Kritik Sastra -Menjawab Saut Situmorang

Hudan Hidayat

majelis yang terhormat, izinkan saya menurunkan tulisan ini tanpa diedit lagi, sebagai cermin dari selang seling kehidupan itu sendiri: kadang benar dan kadang salah. sebagaimana tercermin dengan kuat di dalam spirit tulisan ini. perkenankan pula saya meminta pengertiannya, terhadap mereka yang bergerak di ranah akademik, kalau bahasa dan pemikiran di dalam tulisan ini sudah berjungkir sedemikian rupa. ini pun untuk menunjukkan bahwa hidup tidak sempurna, dan berjungkir pula di antar selang seling fiksi dan fakta. Continue reading “Kritik Sastra -Menjawab Saut Situmorang”

Jika Proklamasi 72 Memilih?

Hamidah, Iswadi Pratama
http://epapaer.korantempo.com/

Lelaki asal Slovenia itu duduk di antara penonton Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Ia menyimak dengan tekun karyanya, What About Leonardo?, yang dipentaskan Teater Koma. Naskah itu sudah dipentaskan di 12 negara. Kini naskahnya dipentaskan di sebuah negara yang tak pernah terbayangkan dalam benaknya. Continue reading “Jika Proklamasi 72 Memilih?”

Sebuah Panggung Bernama Khatulistiwa

Ign. Haryanto, Arief Kuswardono, Wahyu Dhyatmika
http://majalah.tempointeraktif.com/

SUATU Minggu sore di Plaza Senayan. Sebuah panggung terbuka dengan latar belakang pekat. Sebuah layar televisi megah. Sementara itu, dua buah kamera menyorot orang lalu-lalang serta sejumlah orang berjas berbincang-bincang di tengah arena atrium itu. Para pengunjung yang kebetulan lewat menyempatkan diri menengok ke arena keramaian tersebut, sebelum kembali melenggang menyusuri deretan pertokoan mewah itu. Continue reading “Sebuah Panggung Bernama Khatulistiwa”

Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh

Muhidin M Dahlan *
jawapos.com

PARA analis menyebut, demokrasi kita masih mengidap cacat ketika cara dan tujuan berselimpang akibat warisan kebudayaan dan kekuasaan otokratik yang ditanam kuat dalam rentang waktu yang panjang.

Tapi saya lebih bersepakat dengan Kishore Mahbubani, dekan Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore, yang mengatakan demokrasi Indonesia adalah keajaiban; lebih mengesankan dibandingkan Amerika Serikat. Continue reading “Suara Hening Aktivis Buku di Karnaval Politik yang Riuh”

Bahasa ยป