Mengubah Paradigma ‘Sastra Kampung(an)’

Ahmadun Yosi Herfanda **
infoanda.com/Republika

Jika Nusantara ini adalah kampung, maka sastra Indonesia adalah ‘sastra kampung’. Penempatan Indonesia sebagai bagian dari Kampung Nusantara, cukup tepat mengingat makin terpuruknya bangsa ini menjadi underdog negara-negara adidaya, terutama AS. Dalam ekonomi kita didekte oleh IMF, dalam politik kita didekte oleh AS, dalam kebudayaan kita didekte oleh Hollywood, dalam pemikiran sastra banyak di antara kita yang bernafas di ketiak Derrida dan Faucoul. Continue reading “Mengubah Paradigma ‘Sastra Kampung(an)’”

Ke-Bali-an Putu Wijaya

Pamela Allen *
kompas.com

Tradisi Baru pada awalnya diterapkan oleh Putu Wijaya pada kesenian, dalam novel Putri diterapkan pada adat Bali.

Menjelang akhir jilid pertama Putri, novel epik Putu Wijaya terbitan Grafiti (2004), tokoh Cheryl, seorang Amerika, minta Wikan, orang Bali, memijat kakinya, tetapi “jangan terlalu keras”. Wikan menjawab, “Kalau tidak keras, tidak akan ada efeknya.” Continue reading “Ke-Bali-an Putu Wijaya”

Dari “Festival Panggung Realis”

Mencari Teater Realis rasa Madura

Rakhmat Giryadi

Konsep teater realis belum banyak dipahami. Meski demikian Sanggar Lentera STKIP Sumenep menggelar festival teater bergenre realis.

Serangkaian dengan Pekan Seni Madura, pada 30 Desember lalu, Sanggar Lentera STKIP PGRI Sumenep, mengadakan Festival “Panggung Teater Realis” se Madura. Sebanyak 20 peserta mengikuti festival ini. Continue reading “Dari “Festival Panggung Realis””

Doa dan Puisi

Bandung Mawardi
http://newspaper.pikiran-rakyat.com/

PUISI dan doa adalah urusan estetika dan religiositas. Puisi dan doa lahir dengan bahasa. Kata-kata memiliki peran dan kekuatan yang dikonstruksi untuk representasi atau realisasi. Puisi adalah konstruksi kata yang memiliki konvensi-konvensi estetika untuk mencapai sublimasi. Doa adalah konstruksi kata dengan konvensi-konvensi religius untuk mengucapkan dan mengungkapkan seruan, keluhan, pengharapan, dan kemauan. Continue reading “Doa dan Puisi”

Bahasa ยป