Negeri Batu

Indrian Koto
jawapos.com

Melewati tempat ini, aku kembali dibangkitkan pada ingatan ganjil tentangmu. Aku merasa, nyaris seluruh peristiwa kita tertinggal di selingkaran candi-candi hitam nan sunyi. Barangkali, kerinduan memang memberikan tempat terbanyak untuk peristiwa dan kenangan. Seperti aku kini merasakan semuanya serupa batu hitam yang terukir di antara candi-candi retak. Continue reading “Negeri Batu”

Cinta yang Dibungkus Kafan

Ahmad Syam
http://www.lampungpost.com/

Rosdiah memang pantas membuat setiap lelaki Desa Sattu tergila-gila. Rosdiah, tidak sebagaimana pada umumnya gadis-gadis lain di desa tersebut, kulitnya putih bersih. Wajahnya bundar persis bulan purnama yang sempurna. Jika sedang malu, terlihat tanda kemerah-merahan di pipinya.

Matanya akan berbinar-binar seperti bintang-gemintang bila diajak bicara. Itu menciptakan kesan bahwa di dasar matanya tersebut terdapat telaga keriangan. Continue reading “Cinta yang Dibungkus Kafan”

Repetisi Tabu

Agung Prihantoro*
http://www.jawapos.com/

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin membaca terjemahan The Kite Runner karya pertama Khaled Hosseini. Namun, baru menyimak paragraf pertama bab ”Satu, Desember 2001” (hlm. 13) buku edisi 2008, saya tak kuasa melanjutkan pembacaan itu. Mengapa? Continue reading “Repetisi Tabu”

Ibnu Zuhr: Dokter Terhebat dari Zaman Keemasan

Heri Ruslan
http://www.republika.co.id/

Bapak ilmu bedah eksperimental?? begitulah Ibnu Zuhr kerap dijuluki. Menurut Abdel-Halim (2005) dalam tulisannya bertajuk Contributions of Ibn Zuhr (Avenzoar) to the progress of surgery: A study and translations from his book Al-Taisir, dokter Muslim kelahiran Seville, Spanyol Islam, itu dianggap telah berjasa memperkenalkan metode eksperimental dalam ilmu bedah. Sang dokter pun tercatat sebagai dokter perintis yang memperkenalkan metode bedah manusia dan autopsi. ??Ibnu Zuhr adalah penemu prosedur bedah tracheotomy (leher),?? papar Abdel-Halim. Continue reading “Ibnu Zuhr: Dokter Terhebat dari Zaman Keemasan”

Bahasa ยป