Kemudian Saat Kau Katakan

Sutan Iwan Soekri Munaf
sinarharapan.co.id

Kemudian saat kau katakan cinta, aku percaya saja. Malam itu terasa berbunga-bunga, yang aromanya menyebar ke setiap sudut di kafe Dago Pakar. Bahkan aroma rumput yang membasahi hujan sore itu, sama sekali tak terasa. Apalagi cahaya bulan hampir penuh purnama semakin menambah denyar darah dalam nadiku berdenyut kencang. Dan remasan jemarimu pada jemariku terasa hangat. Continue reading “Kemudian Saat Kau Katakan”

Impian yang Tertunda

Dodiek Adyttya Dwiwanto
oase.kompas.com

Ibu sakit keras. Ayah juga. Cepat pulang segera!
Sederetan kalimat inilah yang terus menerus mengisi inbox ponsel dan e-mail milikku. Konsentrasiku mendadak buyar. Aku tidak bisa lagi menfokuskan diri pada pekerjaan. Berkali-kali foto yang aku ambil tidak lagi menarik. Berkali-kali aku mengirim foto via e-mail kepada redaktur foto dan berkali-kali pula menolaknya lantaran tidak ada nilai beritanya. Continue reading “Impian yang Tertunda”

Memudar di Tengah Kepungan Budaya Kota

M Burhanudin
http://kompas.co.id/

Adoh ratu cedhak watu, jauh dari raja dekat dengan batu. Kalimat tersebut cocok untuk menggambarkan eksistensi Banyumas atau wong Banyumas. Secara politik, tak pernah ada raja yang berkeraton di wilayah yang dikelilingi pegunungan ini, yang ada hanya adipati.

Ba ny u m a s ?sekarang kabupaten di Jawa Tengah? menjadi sebuah daerah perdikan dan negeri ?mancanegara?, baik pada masa Majapahit dan Mataram (Jawa) maupun Pajajaran (Sunda). Continue reading “Memudar di Tengah Kepungan Budaya Kota”

Ritual Tetaken

David Eka Kuncara
http://jurnalnasional.com/

Dalam ritual ini, sang juru kunci Gunung Lima turun gunung.
ADA ritual yang rutin digelar setiap tanggal 15 Suro di kaki Gunung Lima, tepatnya di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur: ritual tetaken. Ritual ini merupakan upacara ?bersih desa? yang kini dijadikan agenda tahunan wisata budaya di daerah ini. Continue reading “Ritual Tetaken”

Bahasa ยป