
Susianna Continue reading “In Memoriam: Chairil Anwar di Mata Evawani, Maman, dan Taufiq”
Periode Keemasan Kedua Cerpen Indonesia
Agus Noor *
kompas.com
Dalam esai Mencari Tradisi Cerpen Indonesia yang ditulis tahun 1975, Jakob Sumardjo menyatakan, “Tradisi penulisan cerpen mencapai masa suburnya pada dekade 50-an yang merupakan zaman emas produksi cerita pendek dalam sejarah sastra Indonesia.”
Salah satu faktor yang mendukung “periode keemasan” itu antara lain munculnya majalah seperti Kisah, Tjerita, serta Prosa, yang menjadi ruang pertumbuhan cerpen pada saat itu. Continue reading “Periode Keemasan Kedua Cerpen Indonesia”
Kehilangan
Kavellania Nona Pamela
Untuk ayah tercinta
Aku ingin bernyanyi
Walau air mata dipipiku
Ayah dengarkanlah
Aku ingin berjumpa
Walau hanya dalam mimpi Continue reading “Kehilangan”
Maut
Wilson Nadeak
kompas.com
USIR burung itu!” terdengar suara agak keras dari kamar. WWW WIstriku dan aku sedang mendengar warta berita terakhir malam itu. Untuk kedua kalinya terdengar lagi seruan itu. Mungkin istriku menyangka itu bagian dari berita atau barangkali ia terkejut menyangka ada sesuatu yang terjadi karena ia menyaksikan televisi antara sebentar mengantuk sebentar terbangun. Ia memandang padaku. Continue reading “Maut”
Jadilah Bunga Wangi, Bukan Onak Berduri
Muhyidin*
http://www2.kompas.com/kompas-cetak/
Maulana Wahiduddin Khan (diterjemahkan oleh Samson Rahman), Islam Anti Kekerasan, Pustaka Al-Kautsar, Maret 2000, 180 halaman
MAULANA Ashraf ‘Ali Thanawi, seorang sufi yang sangat terkenal di India, suatu saat bangun dan akan mengambil wudhu. Seorang muridnya membawakan kepadanya seember air. Continue reading “Jadilah Bunga Wangi, Bukan Onak Berduri”
