Puisi-Puisi Bambang Kempling

http://www.surabayapost.co.id/
Lukisan Pada Cangkir Kopi

kau tahu,
seakan-akan ada yang bercerita
tentang jejak yang tergores
pada jarak pandangmu:
kesunyian bagi bisu malam
sapuan titik embun
di setiap desah kelokan jalan

kau coba untuk berdiam di sana
:di kelokan itu
kau bangun dermaga
dengan sebatang rumput ilalang

6 April 2008

Kabar Senja
Buat: Aning

padamu senja bertangkai bunga
nyanyian rumput menyisir waktu
buat liku jalan,
maka,
kupersembahkan sayup angin musim ini
catatan kisah sederhana
teramat sederhana
di mana ilalang dan deru kereta
adalah pertanda
ia selalu setia membusur cahaya
bersama siluet gerimis
di bentang cakrawala
kukirimkan sajak ini padamu.

April 2008

… Sekuntum Kenangan

kau untai kembali
sekuntum kenangan
dalam baris-baris sunyi
lengang yang panjang
bagai rintik meruap dalam remang
:pun sendiri pada yang tak ada

April 2008

…Malam Terkesiap Buat Fana

sudah cukup kiranya
kau mendekam di selembar angin
burung malam terkesiap buat fana
cobalah kau untai kembali igaumu
tentang malam yang mangambang
di perempatan jalan
ia berpendar di kurung lingkar cahaya
lampu jalan.

5 Juni 2008

Gerimis Mengendap?
: hl

gerimis mengendap
bersama sisa tawa di secangkir kopi
dan kita tak kan pernah meninggalkannya begitu saja

hampir tengah malam
cahaya bulan
melukis jalan yang kau susuri menuju pulang
sungai dan pematang meremang
berkisah tentang selintas jalan

: angin malam menitipkan sesapuan jalan abadi
buat aku dan kau

November 2008

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *