Puisi-Puisi Dheny Jatmiko

surabayapost.co.id

TANGIS I

berpuluh tahun yang lalu
aku menangis
seperti meniup trompet
sebagai tanda
aku ada

Surabaya, 2008

TANGIS II

bahkan aku tak mendengar
bahkan aku tak melihat
bahkan aku tak merasa
tapi aku menangis
mungkin aku yakin
di segala penjuru ada pisau
siap menghunjamku
mungkin aku yakin
kelak aku akan berdosa

Surabaya, 2008

EKSEKUSI

seperti musim yang terjadwal
kepastian hanyalah milik pesakitan
pesakitan yang mestinya
lebih bahagia dari sisiphus
di mana takdir telah terjadwalkan

Surabaya, 2008

LACUR

kupenggal kata-kata dari dahan
dahan bahasa yang rapuh
kucabik ingatanku, suaraku tercekik
dalam ceruk malam. deritaku
menggema dan kudengar sendiri
seperti detak waktu ditubuhku
di bawah bulan, kunyanyikan tangisan
bagi masa laluku yang mengelupas
di tiap malam. daun-daun menunduk
seperti merajuk, seperti mengutuk.

Surabaya, 2008.

PULANG KAMPUNG

dan seperti orang sakit
kudatangi rumah
yang menghadap senja merah
kudengar tangis seribu bait
seperti serapah, seperti kutukan
segalanya menjadi hampa
angin hanya diam
aku amnesia, tak kukenal
deret nama-nama, tak kuingat
cerita masa kecil, bahkan
aku tak tahu diriku, kini

Surabaya, 2008

KARNA TAKDIR

kaulah yang melis kematianku, ibu
matahari yang mengaliri daraku
tinggal auman di balik bukit
tak perlu lagi kau kenang
hanya ada kemuskilanku:
derita yang tertera di tiap cerita
selepas senja, sebelum mata memejam
di mana ketakutanku mengentak jantung
menghitung waktu-waktu buntung
dan kau tak pernah mengelus rambutku
tak pernah mengangisi masa lalumu
ibu, di telingamu
telah meleler dosa
dan suatu yang sia-sia

Surabaya, 2007/2008.

PROSA CINTAKU

prosa cintaku, bintang buta
dan angin tinggal angan
di lipatan terpejam.
kemana kau kan berlayar
ketika ombak adalah tempat
bahasamu berkecipak?
prosa cintaku, tiba-tiba
kucium bau kematianmu
seperti kuingat deretan
lambang membusuk. suaramu
terlampu lemah, sedang laut
teramat kejam
bagi tubuhmu yang merapuh.
prosa cintaku, bukalah bajumu
dan beri aku harum pagi
atau cericit burung-burung
yang selalu hinggap di ingatanku.

Surabaya, 2008.

2 Replies to “Puisi-Puisi Dheny Jatmiko”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *