Stasiun

Aris Kurniawan
http://www.lampungpost.com/

INGATAN tentang kehilangan, kepergian, sesuatu yang mencemaskan, menjadi lampau, dan dilupakan, acap menerjang perasaannya saban ia sampai di stasiun kereta api. Kau akan melihat perempuan itu di antara kerumun orang-orang yang menanti kereta dengan pandangan penuh kepedihan yang memupus harapan tentang kepulangan, rumah, dan kehangatan. Jajaran pohon cemara, hamparan kerikil, batangan rel yang memanjang sampai titik terjauh, bentangan sawah, gedung sekolah masa remajanya di ujung sana serupa instalasi kepiluan yang membuat cedera di rongga batinnya makin menganga. Continue reading “Stasiun”

Alibasyah

Gunawan Maryanto *
jurnalnasional.com

Jika saja tidak ada peristiwa pelemparan batu yang hampir mengenai kepalanya 19 tahun yang lalu, mungkin sekarang Alib adalah seorang seniman, bukan loper koran yang akan mengantarkan cerita ini kepadamu di suatu pagi di hari Minggu.

Alibasyah adalah anak tunggal Bude Niti, penjual barang-barang bekas di kampung kami. Alib, demikian kami memanggilnya, hanya tinggal berdua bersama ibunya. Ayahnya tinggal di tempat lain bersama isterinya yang lain. Aku memanggilnya Pakde Agus. Continue reading “Alibasyah”

Pembelajaran Kontekstual, Membumikan Kearifan Lokal…

Harapan Pengukuhan Jati Diri dengan Pendekatan Budaya…

I Putu Sudibawa

Beranda

SENIOR saya, I Nyoman Tingkat, dalam ulasan di rubrik ini mengingatkan saya untuk selalu membumikan kearifan lokal dalam aktivitas saya sebagai guru. Saya kembali teringat dengan apa yang didengungkan oleh Depdiknas untuk selalu ber’kontekstual’ dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang selalu mengkaitkan berbagai macam isu yang berkembang di lingkungan sekitar dengan topik bahasan yang akan dikaji. Continue reading “Pembelajaran Kontekstual, Membumikan Kearifan Lokal…”

Seni Pentas Akademis nan Dinamis

Kadek Suartaya
balipost.com

SEBUAH peristiwa kesenian berlangsung pada 18-21 Mei lalu. Selama empat malam penonton dapat menyimak penampilan seni tari, karawitan, dan pedalangan garapan para mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang digelar di Gedung Natya Mandala kampus setempat.

Pentas seni yang merupakan penyajian tugas akhir untuk merengkuh gelar akademis S1 itu tampaknya memang sarat dengan greget penciptaan seni. Continue reading “Seni Pentas Akademis nan Dinamis”

Benarkah Sastra Islam Ada?

Matroni el-Moezany*
http://terpelanting.wordpress.com/

Selama ini sastra hanya berkutat pada ranah yang bernuansakan sastra pemberontakan, sastra romantis, seperti setiap minggu di Koran Sindo, setelah saya amati setiap hari Minggu Koran Sindo Pasti edisi sastra khsusnya puisi. Pasti puisi-puisinya romantis yang dimuat. Bahkan puisi romantis tidak ber-roh. Bukannya penulis tidak sejutu dengan puisi semacam itu, tapi bagaimana kita menjaga eksistensi perkembangan sastra yang lebih serius lagi. Continue reading “Benarkah Sastra Islam Ada?”

Bahasa ยป