Heroisme yang Menipis

Wishnubroto Widarso
http://www.bernas.co.id/

GAUNG perayaan ulang tahun ke-63 Kemerdekaan kita masih terasa. Baru beberapa hari berlalu. Seperti biasa, ada sederet lomba meriah, baik bagi anak?anak, remaja maupun orang tua; baik yang melibatkan otot (semacam lomba lari suami menggendong istri) maupun yang sedikit memerlukan cita rasa seni (semacam lomba nyanyi karaoke); baik yang berhadiah “hanya” seperangkat alat tulis maupun pesawat TV. Pendeknya, dari segi seru dan hebohnya, perayaan 17?an makin hari makin meningkat. Continue reading “Heroisme yang Menipis”

Gerilya Sastra

Sulistiyo Suparno
http://www.suaramerdeka.com/

MENGHARAPKAN pemerintah untuk lebih memperhatikan pelajaran sastra, seperti pungguk merindukan bulan. Masih untung sastra bisa nebeng pada mapel bahasa dan sastra Indonesia.

Entah mengapa para penggagas kurikulum masih memandang pelajaran bahasa dan pelajaran sastra sebatas cukup dijadikan satu. Setahu saya, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar. Continue reading “Gerilya Sastra”

Novel Perjuangan Kemerdekaan

Sunaryono Basuki Ks
http://www.sinarharapan.co.id/

Perang Kemerdekaan 1945-1949 banyak diungkap oleh para sastrawan yang sering digolongkan sebagai Angkatan 45. Mereka mengungkapkan gejolak perjuangan itu sebab mereka memang terlibat dalam peristiwa tersebut. Mochtar Lubis menulis novel Jalan Tak Ada Ujung yang berkisah tentang sepak terjang pejuang di sekitar Jakarta. Pramoedya Ananta Toer juga menulis Perburuan, Mereka yang Dilumpuhkan,dll. Continue reading “Novel Perjuangan Kemerdekaan”

Gerilyawan Sujinah Telah Berpulang

Web Warouw
http://www.sinarharapan.co.id/

?Di langit biru, Engkau menungguku, di langit biru Engkau menyambutku, tenangku melangkah menuju Mu, di langit biru, Engkau menungguku.?

Bait teduh menyayat mengantar Sujinah (78) dalam tidur panjangnya kini. Tiada sanak keluarga, hanya kawan-kawan seperjuangannya meratap menyanyikan lagu-lagu rohani baginya. Itu sudah bukan masalah bagi Sujinah, karena merekalah keluarga sejatinya. Continue reading “Gerilyawan Sujinah Telah Berpulang”

Problem Utama Dunia Sastra Kita

Edy Firmansyah
suarakarya-online.com

Problem utama yang paling serius dalam kesusastraan kita ialah menumbuh kembangkan minat sastra pada generasi muda. Bahkan kalau perlu mencuci otak anak-anak muda menjadi setengah sastrawan. Sebab lingkungan mereka (keluarga, sekolah dan mungkin negara) sepertinya punya sikap sinis terhadap sastra dan sastrawan.

Dalam keluarga misalnya. Kebanyakan orang tua akan mengutuk diri sepanjang hidupnya kalau akhirnya kecolongan punya anak atau menantu seorang sastrawan. Sebab dimata mereka sastra adalah “bidang pekerjaan” paling gila yang pernah ada. Dan mereka yang nyemplung di dalamnya adalah “orang gila”. Continue reading “Problem Utama Dunia Sastra Kita”

Bahasa ยป