Posted by PuJa on August 19, 2009
Fahrudin Nasrulloh* ___Radar Mojokerto Uwur-uwur kodok segoro bandeng nener disaut ulo Sukur-sukur peno jowo tumut ngenger sak umur kulo (Petilan kidungan Besut dari Mbah Jomblo) Ia bernama Mbah Jomblo. Tampaklah panorama Dusun Jombok yang permai yang dikitari persawahan yang menghijau subur. Dan di daerah itulah ia pertama kali menghirup hiruk-pikuk dunia, yang kemudian ia lebih [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Maman S. Mahayana http://mahayana-mahadewa.com/ Perjalanan cerpen Indonesia mutakhir, terutama selepas pemberlakuan otonomi daerah, tampak makin menunjukkan peta kultur keindonesiaan yang lebih beragam. Keberagaman itu seperti mencelat begitu saja ketika persoalan etnisitas diangkat dan menjadi tema cerita. Kehidupan perkotaan dengan kecenderungan tokoh-tokohnya yang teralienasi atau tak punya identitas kultural yang kerap ditawarkan para penulis yang lahir [...]
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Goenawan Mohamad http://www.tempointeraktif.com/ KADANG-KADANG saya berpikir, apa gerangan yang ada dalam pikiran bapak saya beberapa saat sebelum ia ditembak mati. Kadang-kadang saya ingin membayangkan, ia menyebut nama ”Indonesia” di bibirnya, atau ”Indonesia merdeka”, tapi tentu saja ini satu imajinasi klise, dan sebab itu tiap kali muncul cepat-cepat saya stop. Bukan mustahil bapak ketakutan di depan [...]
Filed under: Caping
Posted by PuJa on
Anwar Siswadi http://www.tempointeraktif.com/ Suasana pertunjukan langsung menyambut begitu pintu depan dibuka. Gelap menyergap. Jalan masuk hanya diterangi pendar 11 lilin yang dibariskan memanjang dua lajur di lantai. Di ujungnya, seorang perempuan membungkuk tak bergerak. Badannya condong ke depan sambil kedua tangannya memegang tangkai pacul yang lebih panjang dari ukuran umumnya. Selangkah dari situ, sosok-sosok lain [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Ibnu Rusydi, Seno Joko Suyono http://www.tempointeraktif.com/ Ia buta. Rambut putihnya memanjang. Ia membawa tongkat kayu yang tak lurus. Itulah Destarata. Penampilan penari alusan Sulistyo Tirtokusumo sebagai Destarata yang tak bisa melihat itu cukup kuat. Destarata hadir di antara para prajurit Kurawa yang tengah berlatih. Walau singkat, penampilan Sulistyo turut memaknai pementasan Gendari.
Filed under: Canting
Posted by PuJa on August 18, 2009
http://www.lampungpost.com/ Judul Buku : The Road To The Empire Penulis : Sinta Yudisia Penerbit : PT Lingkar Pena Kreativa Cetakan : I/Desember 2008 Tebal : 586 hlm. Peresensi : Umi Laila Sari DALAM kata pengantar buku Ringkasan dan Ulasan Novel Indonesia Modern, Maman S. Mahayana mengungkapkan bahwa dalam konteks kehidupan berbangsa, selayaknya jika para novelis [...]
Filed under: Resensi
Posted by PuJa on
Dahta Gautama* http://www.lampungpost.com/ KARENA keintensitasan menulis puisi, kemudian memublikasikan puisi-puisinya di sejumlah media massa atau kemudian membukukan puisi-puisinya, seseorang yang sebelumnya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa tiba-tiba dipredikati sebagai penyair. Apakah semudah itu untuk menjadi penyair? Tentu tidak. Menjadi penyair, mengambil istilah sastrawan Isbedy Stiawan Z.S., melalui proses panjang yang berdarah-darah.
Filed under: Esai
Posted by PuJa on
Ibnu Rusydi http://www.tempointeraktif.com/ Namanya Aruk. Ia bukan Don Kisot. Tapi, karena watak pandirnya, nasibnya selalu sial. Teater Satu Lampung, dengan menggunakan format teater kampung, menyajikan kisah Aruk, yang ditulis oleh sang sutradara, Iswadi Pratama. Pertunjukan ini renyah, lucu, sekaligus getir. Lakon ini telah dipentaskan Teater Satu Lampung di puluhan desa, sekolah-sekolah, dan instansi pemerintahan di [...]
Filed under: Canting
Posted by PuJa on
Rofiqi Hasan http://www.tempointeraktif.com/ Pantai berkabut di sini, makin berkisah dalam tatapan sepi yang lalu dingin gumam berhantam di buritan Juluran lidah nampak di bawah kerjap mata menggoda dalam lagu siul, di mana-mana menghadang cakrawala Bait ketiga sajak Percakapan Selat karya Umbu Landu Paranggi itu mengalun syahdu di gedung Ksirarnawa, Art Centre, Denpasar, Kamis malam pekan [...]
Filed under: Canting