Lompatan Besar Kesusastraan

2008 Ubud Writers & Readers Festival
Triyanto Triwikromo
http://suaramerdeka.com/

SEJAK 14 Oktober, 2008 Ubud Writers & Readers Pestival (UWRF) yang diselenggarakan di Ubud, Bali, dimulai. Tak kurang 120 pengarang dari 20 negara meramaikan acara sastra internasional.

Di antaranya Vikram Seth (penulis Two Lives dari India-Inggris), Camilla Gibb (pengarang Mouthing the Words dari Kanada), Preeta Samarasan (penulis Evening is the Whole Day), dan Andrea Hirata (penulis Laskar Pelangi dari Indonesia). Continue reading “Lompatan Besar Kesusastraan”

Pembibitan Sastra di Banyumas

Teguh Trianton*
http://suaramerdeka.com/

KONON, faktor utama yang menyebabkan terjadinya stagnasi kesusastraan di Banyumas adalah rendahnya budaya kritik sastra. Setidaknya, inilah penilaian Abdul Wachid BS, sastrawan dan kritikus Yogyakarta yang konsen menggiatkan dan kehidupan bersastra di Banyumas. Ia banyak terlibat diskusi sastra dengan sastrawan muda Banyumas, juga merintis penerbitan sastra di STAIN Purwokerto.

Menurut Wachid, rendahnya budaya kritik bukan hanya terjadi di kalangan sastrawan, melainkan yang lebih akut juga melanda para kaum kritikus di kalangan akademis. Continue reading “Pembibitan Sastra di Banyumas”

Internasionalisasi Bahasa Indonesia

Moh Muzakka Mussaif*
http://suaramerdeka.com/

BAHASA Indonesia (BI) merupakan bahasa terbesar di Asia Tenggara. Hal itu ditinjau dari segi penuturnya yang berjumlah lebih dari 220 juta orang. Jumlah itu akan semakin bertambah banyak, jika BI dikembalikan kepada subrumpun bahasa asalnya, Melayu; sebab bahasa tersebut tidak hanya didukung oleh warga negara Indonesia saja tapi juga warga Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan sebagian Thailand. Continue reading “Internasionalisasi Bahasa Indonesia”

Menggagas Lab Sastra

Syaiful Mustaqim
http://www.suaramerdeka.com/

KESUSASTRAAN merupakan sebuah fenomena yang sangat kompleks. Untuk memahami dan menekuninya, membutuhkan ruang dan waktu panjang sehingga dapat mengerti celah dan seluk beluk perkembangannya.

Dalam khazanah sastra diperlukan pelbagai peranti, di antaranya lika-liku bahasa, tata bahasa, dan gaya bahasa. Ketiga peranti tersebut adalah pondasi awal dan satu kesatuan utuh yang tak bisa dipisahkan jika akan menggelutinya. Jika tidak dipahami terlebih dahulu, nantinya akan muncul masalah-masalah berikutnya. Continue reading “Menggagas Lab Sastra”

Pembelajaran Kreatif: Mencetak Guru Sekaligus Sastrawan

Panji Satrio
http://suaramerdeka.com/

Gara-gara Ujian Nasional, pelajaran sastra mengalami disorientasi. Guru suntuk mengajar teori demi Ujian Nasional sehingga melupakan apresiasi. Perlu kiranya dikembangkan pembelajaran kreatif untuk mencetak guru sekaligus sastrawan.

MELALUI mata kuliah Prosa Fiksi Drama (PSD), mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) IKIP PGRI diajak melakukan apresiasi secara aktif. Bukan sekadar belajar teori. Continue reading “Pembelajaran Kreatif: Mencetak Guru Sekaligus Sastrawan”

Bahasa ยป