Pertemuan di Garis Pembatas

F. Moses
http://www.lampungpost.com/

Ia dan Aku, Suatu Ketika

AKU ingin kau tahu, sebab ini kali pertama aku mengetahuinya. Pertama ketika pernah tersergap oleh pesonanya. Tak apa. Meski demikian, toh, aku tak beringkar dalam pikir karena gelagatnya yang ingin selalu mengubah apa yang diinginkannya.

Sebab, sesekali pula selalu terpikir hingga terasa olehku: betapa kepesonaannya itu masih membekas kemudian selalu menempel menjadi ingatan. Terlebih karena merdu suaranya pada tiap kali dirinya ingin mengubah apa yang diinginkannya untuk dijadikan segala sesuatunya berubah. Apakah itu? Continue reading “Pertemuan di Garis Pembatas”

Buah Api

Syahreza Faisal
http://www.lampungpost.com/

MALAM itu, entah angin apa yang membuat dingin menjalar kengerian lagi. Rumahku terasa begitu sepi. Sebelum akhirnya aku lihat ibu keluar dari kamar. Rupanya bapak baru pulang, ia menggedor pintu begitu keras. Tubuh bapak begitu melangkahkan kakinya masuk meruapkan bau keringat. Disusul alkohol membubung ke segala penjuru ruang. Juga masuk ke kamarku. Aku lihat mengintip dari sebilah pintu, kubuka sedikit perlahan. Mata bapak merah. Wajahnya legam kusam. Perut buncit dan kedua tangan kasar, mendorong tubuh ibu. Hingga mundur beberapa langkah. Ibu masih mengenakan mukena pada saat itu, beres ngaos. Tapi ibu malah diam. Pasrah. Bapak menggelengkan kepalanya, pusing karena mabuk berat. Kalah judi dan pasti, ditipu teman-temannya. Continue reading “Buah Api”

Melodi Cinta Vrizka

Tarpin A. Nasri
http://www.lampungpost.com/

SUNGGUH! Tak kuduga sedikit pun jika perjalanan hidupku akan menjadi indah seperti sekarang ini. Awalnya kukira ini sebuah mimpi, bahkan keajaiban. Ternyata bukan!

Aku terlahir sebagai anak kampung yang miskin, berpendidikan cekak, tergerak naik dari karyawan rendahan menjadi karyawan level menengah. Meski jauh dari ganteng, akhirnya aku ditembak dan dijadikan soulmate-nya Andi Vrizka Soraya Putri. Continue reading “Melodi Cinta Vrizka”

Siti Zaenab

Andriansyah
http://www.lampungpost.com/

SEHABIS salat subuh tadi, ia langsung membereskan rumah, mencuci piring bekas makan malam, kemudian mencuci baju, lalu menyapu halaman. Ya, rutinitas yang biasa dilakukannya. Entahlah, semuanya sudah teratur seperti itu. Ingin rasanya ia mengubah rutinitas itu, tapi ia tak bisa. Setiap kali sehabis salat subuh ia ingin tidur kembali, setiap kali itu pula matanya tak mau mengatup lagi. Matanya terus terjaga, tak bisa melanjutkan tidur lagi setelah dibasuh dengan air wudu. Continue reading “Siti Zaenab”

PANORAMA SASTRA INDONESIA

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Naskah Pidato Penerimaan Hadiah Sastera Majelis Sastera Asia Tenggara (Mastera)
Atas buku Sembilan Jawaban Sastra Indonesia
Berjaya Times Square Hotel Kuala Lumpur, 27 November 2007

Sastra Indonesia adalah lanskap pelangi; warna-warni dengan beragam cabaran ideologinya. Ia bagai taman bunga dengan tetumbuhannya yang semarak, dedaunannya yang rimbun, meski di sana tumbuh pula mawar berduri. Di taman itu, orang-orang boleh duduk bercengkerama, memadu kasih, memetik beberapa tangkai bunga untuk dipajang di dalam rumah atau mencampakkannya begitu saja. Continue reading “PANORAMA SASTRA INDONESIA”

Bahasa ยป