Membedah Anatomi Cerpen Indonesia:

Antara Kompleksitas Estetika dan Wilayah Sosialisasi

Satmoko Budi Santoso
Solo Pos

CERITA pendek (cerpen) Indonesia bersama eksistensi kritikusnya ternyata bisa menggelembung sebagai wacana yang bernilai gunjingan di warung-warung kopi atau melalui SMS. Namun, pastilah bisa juga diperdebatkan, sebagai konsekuensi penelaahan, setidaknya terepresentasi dalam tajuk Kongres Cerpen Indonesia III, 11-13 Juli 2003 yang silam, di Taman Budaya Lampung. Continue reading “Membedah Anatomi Cerpen Indonesia:”

Kontribusi Sastrawan Kalsel di Bidang Bahasa

Mahmud Jauhari Ali

Dewasa ini sudah sangat banyak karya sastra yang diciptakan oleh para sastrawan Kalsel. Karya-karya sastra yang diciptakan itu mencakup semua genre sastra. Lihat saja betapa banyaknya puisi-puisi yang dihasilkan oleh penyair-penyair Kalimantan Selatan. Penyair-penyair yang saya maksud itu mencakup penyair senior dari angkatan-angkatan terdahulu dan penyair angkatan terbaru “angkatan 2000” yang tak kalah produktifnya. Sebut saja Hamami Adaby, Arsyad Indradi, dan Micky Hidayat yang merupakan penyair-penyair dari angkatan terdahulu. Sedangkan penyair angkatan 2000 seperti Isoer Luweng dan M. Nahdiansyah Abdi. Semuanya menciptakan puisi dengan bermediakan bahasa. Continue reading “Kontribusi Sastrawan Kalsel di Bidang Bahasa”

Masjid Raya Al-Mashun, Kemegahan Raja Deli

Masjid ini dibangun saat Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX berkuasa.

Roby Karokaro
http://www.jurnalnasional.com/

MASJID Raya Al-Mashun namanya. Terletak di Jalan Sisingamangaraja, Medan. Dibangun 21 Agustus 1906 dan dibuka untuk umum 10 September 1909 M, hingga saat ini masjid ini berdiri kokoh sebagai lambang kemegahan Kerajaan Sultan Deli pada masanya. Masjid ini dibangun saat Sultan Mamun al-Rasyid Perkasa Alamsyah IX berkuasa. Dengan anggaran sebesar satu juta gulden, seluruh biaya pembangunan masjid ini ditanggung sendiri oleh Sang Sultan. Continue reading “Masjid Raya Al-Mashun, Kemegahan Raja Deli”

Mudik Melampaui Fenomena Sosial

Ismatillah A. Nu’ad
http://www.jurnalnasional.com/

Sudah lazim dan menjadi tradisi masyarakat Islam di Indonesia, di hari-hari mendekati lebaran, masyarakat muslim melakukan mudik pulang ke kampung halaman masing-masing. Mudik ternyata bukan saja fenomena fisik, dimana banyak orang melakukan perjalanan pulang ke kampung.

Tradisi itu juga menyimbolkan fenomena “metafisik”, dalam arti sejauh-jauhnya orang melakukan pengembaraan, pada akhirnya akan kembali ke habitatnya sebagai manusia makhluk ciptaan Tuhan. Continue reading “Mudik Melampaui Fenomena Sosial”

Idul Fitri, Saling Memaafkan dan Kemajemukan

Said Aqiel Siradj*
http://www.jurnalnasional.com/

Bulan Ramadhan akan berlalu. Kini, saatnya kita merayakan Idul Fitri atau dalam tradisi kita disebut lebaran. Pada momentum ini kita tersadarkan bahwa kita kembali pada fitrah kita yang suci. Ini adalah pembuktian bahwa manusia selalu memiliki kecenderungan pada kebaikan dan kebenaran dengan fitrah awalnya yang bersifat alami. Dan kejahatan, kekerasan atau terorisme pada dasarnya bertentangan dengan fitrah manusia, karenanya tidak alami. Continue reading “Idul Fitri, Saling Memaafkan dan Kemajemukan”

Bahasa ยป