Pergulatan Cinta di Batin Penguasa

Judul buku : The Sacred Romance of King Sulaiman & Queen Sheeba
Penulis : Waheeda El-Humayra
Penerbit : Mizania Bandung
Cetakan : 1, 2008
Tebal : 254 halaman
Peresensi : Siti Muyassarotul Hafidzoh*
http://oase.kompas.com/

Akhir-akhir ini sejarah yang dikemas dalam bentuk novel menjadi perhatian para penulis. Sebenarnya ini telah diawali oleh Pram lewat tetralogi pulau burunya. Pram menggugat koloinialimse lewat kisah dalam novel. Continue reading “Pergulatan Cinta di Batin Penguasa”

Laporan dari Praha: Putu Wijaya Cs Pentaskan Drama ‘Zero’ di Ceko

Eddi Santosa
detikcom

Praha – Putu Wijaya dan Teater Mandiri akan mementaskan drama “Zero” di Prague City Library Hall. Putu cs hadir memeriahkan peringatan 50 Tahun Kerjasama Kebudayaan RI-Ceko.

Pementasan drama ‘Zero’ oleh Teater Mandiri itu sekaligus untuk menghormati Prof Zorica Dubovska, seorang pakar kebudayaan Indonesia, yang akan menerima penghargaan dari Menteri Luar Negeri RI pada malam nanti, Korfungsi Pensosbud Azis Nurwahyudi menuturkan kepada detikcom, Jumat (13/6/2008). Continue reading “Laporan dari Praha: Putu Wijaya Cs Pentaskan Drama ‘Zero’ di Ceko”

Putu Wijaya Kirim “Burung Merak” Untuk Rendra

Aditya Pradana Putra
antarajateng.com

Pementasan monolog “Burung Merak” oleh Putu Wijaya di Teater Arena, Taman Budaya Jawa Tengah, Kota Solo, Minggu (15/11) malam, menjadi upaya mengenang jasa sastrawan, WS Rendra. Dalam pementasan untuk memperingati 100 hari meninggalnya WS Rendra, Putu Wijaya menghidupkan semangat perjuangan Rendra di hadapan ratusan penonton yang memadati gedung kesenian tersebut. Continue reading “Putu Wijaya Kirim “Burung Merak” Untuk Rendra”

Monolog Putu Wijaya, Hidupkan Pemikiran Si Burung Merak

Yurnaldi
oase.kompas.com

Kehebatan Putu Wijaya bermonolog, memang tak ada duanya. Lebih hebat lagi, dalam monolog berjudul Burung Merak, yang ditampilkan Rabu (4/11) di Wisata Makanan Food City, Jakarta, pimpinan Teater Mandiri itu mampu menghidupkan pemikiran-pemikiran almarhum WS Rendra dalam posisinya sebagai empu demikian Rendra memposisikan diri seniman di depan penguasa, ketika ia mendapat Anugerah Seni dari Dewan Kesenian Jakarta, tahun 1975. Continue reading “Monolog Putu Wijaya, Hidupkan Pemikiran Si Burung Merak”

KEINDONESIAAN IDENTITAS INDONESIA*

Maman S. Mahayana
http://mahayana-mahadewa.com/

Tulisan Seno Gumira Ajidarma, ?Keindonesiaan? (Kompas, 12 Februari 1995), sungguh cerdas dan menarik untuk didiskusikan. Tulisan ini mencoba untuk memberi catatan kecil terhadapnya.

Dalam berkesenian, nama (identitas) sememangnya tidaklah lebih penting dari karyanya sendiri. Nama besar dengan karya picisan, bukanlah sebuah prestasi yang membanggakan. Sebab, yang penting adalah: dapatkah karyanya menjadi sebuah monumen hingga nama sang pencipta menjadi masyhur. Continue reading “KEINDONESIAAN IDENTITAS INDONESIA*”

Bahasa ยป