Surat Terbuka untuk Presiden

A.S. Laksana *
jawapos.co.id

PAK Presiden:
Ini adalah surat pertama saya kepada Anda dan sesungguhnya saya ingin menulis surat kepada Anda setiap hari. Saya pernah membaca surat terbuka macam ini yang ditulis oleh kolumnis Art Buchwald yang jenaka ketika Richard Nixon menjadi Presiden Amerika Serikat. Waktu itu Buchwald mengatakan, ”Pak Presiden, dengan surat ini saya ingin menyampaikan kepada Anda bagaimana cara memimpin negara. Berbahagialah Anda karena saya tidak memungut biaya sama sekali untuk nasihat yang saya berikan, sebab saya merasa bahwa sudah menjadi tugas saya sebagai warga negara untuk membantu Presiden mengatasi pelbagai masalah yang muncul hari ini.” Continue reading “Surat Terbuka untuk Presiden”

KEGAGALAN PKI MEMBACA ANGROK

Nurel Javissyarqi

“Di mana tanah airku di lembah sunyi
di mana airmata darah pernah tergenang
sejengkal petak sawah, kini ruang peradaban
idealisme sikap otak ‘membajak’ bagai tengkulak.

Di mana dewi sri-ku, duhai pertiwi legenda yang usang
di mana bulanku pernah berpesan pada dayang-dayang
betapa rentang kini langit dan bumi, entahlah
bila masih tanganku sanggup menggapai” (Fajar Alayubi). Continue reading “KEGAGALAN PKI MEMBACA ANGROK”

O.H. Supono

Ivan Sagita*
http://www1.jawapos.co.id/

Dari O.H Supono, kita dapat belajar banyak, bagaimana seorang seniman mampu menjadi ayah yang baik, sanggup memelihara kedekatan dengan keluarga.

HAL menarik dari O.H. Supono, ia adalah seorang pelukis yang dekat dengan keluarga. Kedekatan dan kecintaannya berbuah: selain rasa hormat segenap keluarga, juga sikap apresiasi yang besar terhadap karya-karyanya. Itulah yang kemudian tampak dalam buku tebal The Impression of O.H. Supono (Sandiantoro, November 2009) serta gelar pameran tunggal di Galeri Merah Putih, kompleks Balai Pemuda Surabaya, belum lama ini. Continue reading “O.H. Supono”

Di Bawah Kuasa Komersialisme

Samsul Arifin*
http://www1.jawapos.co.id/

SALAH satu tugas jurnalisme yang paling pokok dan penting ada?lah dua hal ini: mencerdaskan pu?blik dan melancarkan kritik alias mengontrol kekuasaan. Ini melekat pada media dan juga jurnalis. Un?tuk mencerdaskan publik, jurnalis dituntut meramu dan menyuguhkan suatu yang kompleks dan rumit menjadi bahasa sederhana yang bisa dipahami masya?rakat luas. Ia harus menulis untuk semua orang. Di sini, jurnalis wajib mengawamkan bahasa-bahasa tek?nis, tapi tak boleh kehilangan substansi –apalagi terdistorsi. Continue reading “Di Bawah Kuasa Komersialisme”

Pelajaran Cinta Lian Nio

Shodiq Syarief*
http://www1.jawapos.co.id/

SELAMA berkarir sebagai wartawan, saya kurang tertarik membaca novel. Tetapi, ketika disodori novel Lian Nio, A True Story, saya terdorong merampungkan novel itu dan menuliskan ulasannya. Hal tersebut semata-mata disebabkan pengarangnya, Suwandono, punya latar belakang jauh dari dunia sastra.

Dia adalah sarjana ekonomi yang sehari-hari berkutat di dunia realestat. Meski begitu, dia mampu menampilkan novel itu dengan menarik. Ada beberapa hal yang membuat saya sangat kesengsem dengan buku tersebut. Continue reading “Pelajaran Cinta Lian Nio”

Bahasa ยป