Agustinus Wahyono
http://www.sinarharapan.co.id/
Suatu tanggal di Juli 2005, sebelum bedug magrib ditabuh.
Mobil-mobil berderet-deret sejauh ratusan meter di tepi jalan pinggiran kota. Truk, pick up, sedan. Memang tidak terlihat mobil-mobil mulus keluaran mutakhir. Urutan paling depan berada di pintu masuk pom BBM yang telah tutup menjelang adzan Azar. Kira-kira puluhan. Mereka terkapar seperti gelandangan yatim-piatu yang tengah kelelahan sekaligus kelaparan, atau musafir yang diperdaya kemarau dan kelangkaan air. Continue reading “Peminum Minyak”
