Korupsi Dalam Sastra Sunda

Djasepudin*
http://www.pikiran-rakyat.com/

“R?k leutik r?k ged? korupsi mah sarua ba? dosana. Nu matak mun r?k korupsi tong kagok-kagok, h?h?h?…”

Mau kecil mau besar korupsi tetap sama dosanya. Maka, jika hendak korupsi jangan tanggung, he..he..he.. (Teten Masduki, Lalayang Girimukti/V/Agustus-Oktober 2002)

Korupsi di Indonesia memang telah menyebar. Ihwal korupsi yang diungkapkan koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW), itu berangkat dari karya sastra Sunda. Continue reading “Korupsi Dalam Sastra Sunda”

Sastra, Tragedi, dan Kejutan Imajinasi

Munawir Aziz *
newspaper.pikiran-rakyat.com

TRAGEDI menjadi medan transformasi dalam ruang kontestasi sastra. Karya sastra yang penuh dengan luapan imajinasi dan sederet ide, dimulai dengan petualangan pencarian jati diri dan tragedi. Dunia sastra memungkinkan tragedi merasuk dan bersemayam dengan penuh intrik, menjadi ruang penting dengan subjek berjejal. Sastrawan menikmati petualangan kreativitasnya ketika bergelut dengan tragedi, kesedihan, dan pertikaian. Milan Kundera menjadi contoh betapa tragedi mampu menghias dan menampilkan wajah karya lebih bombastis. Continue reading “Sastra, Tragedi, dan Kejutan Imajinasi”

Novel Sastra dan Pengisian Keintiman di Ruang Sunyi

Ragil Romly*
http://www.pikiran-rakyat.com/

BAIK Violet, Klaus, maupun Sunny mungkin tak pernah berpikir bahwa kebakaran rumah yang menewaskan orang tua mereka menjadi “mula malapetaka”. Tiga bersaudara ini kemudian menyandang gelar yatim piatu. Mereka berurusan dengan Pak Poe yang menangani harta warisan yang mereka terima. Juga dengan Count Olaf, seorang penjahat dengan alis separuh, yang memburu warisan mereka setelah peristiwa kebakaran rumah menewaskan orang tua mereka. Continue reading “Novel Sastra dan Pengisian Keintiman di Ruang Sunyi”

Patriot Sastra dan Nilai Estetika

Binhad Nurrohmat
Pikiran Rakyat, 4 Sep 2008

Para pemburu pesan kadang pula cenderung alergi tema tertentu, seksualitas misalnya, lantaran tema ini dianggap kotor, tak senonoh, atau berselera rendah.

KARYA kesusastraan memang telah sejak lama dipandang sebagai tradisi kesenian luhur yang gigih menyuarakan ambruknya martabat kemanusiaan, memijarkan cahaya agung pencerahan di tengah kebangkrutan moral masyarakat, dan membela rakyat yang tertindas kezaliman, sehingga lantaran kuatnya pandangan ini, karya kesusastraan kerap terlupakan hakikatnya: Continue reading “Patriot Sastra dan Nilai Estetika”

Hadiah Sastra Sunda

Soni Farid Maulana
http://www.pikiran-rakyat.com/

LEMBAGA Bahasa dan Sastra Sunda (LBSS) baru saja membagikan Hadiah Sastra Sunda bagi sejumlah sastrawan Sunda yang memublikasikan karya-karyanya di berbagai media massa cetak, untuk penulisan puisi, cerita pendek, dan esai. Beberapa sastrawan Sunda yang mendapatkan hadiah tersebut antara lain yang memublikasikan karya-karya yang ditulisnya di tabloid Sunda Galura, lembaran seni dan budaya Khazanah HU Pikiran Rakyat, majalah Mangle dan Cupumanik. Continue reading “Hadiah Sastra Sunda”

Bahasa ยป