Puisi-Puisi Hasan Al Banna

http://jurnalnasional.com/
Gurindam Perpisahan
??kepada penyair-penyair perindu

apabila pulang kukata,
pergi kau kira.

kita bertolak dari dermaga yang sama,
dermaga abjad yang terluka.

tatkala beranjak padamu,
berdiam bagiku.

aku kau berarung pada laut yang tiada berbeda,
laut kata-kata.

jikalau datang kaubilang,
hilang kuhidang.

kau aku terombang pada badai yang senama,
badai kalimat yang bergelora.

manakala gaib kausaji,
wujud kuberi.

aku kau terkapar pada karang yang tiada berlainan,
karang bait yang berkenan.

ketika pergi padaku,
tinggal bagimu.

kau aku tenggelam pada kedalaman yang serupa,
kedalaman makna.

apabila rumah kauduga,
kelana kusangka.

kita tersungkur pada palung yang satu,
palung rindu.

Jambi-Medan, 2008

Perkara Tubuh dan Bayang

perkara pertama:
tatkala tubuh dan bayang menolak di belakang
siapa yang pantas berdiri di depan

tergantung cahaya
sepihak mata atau sekutu tengkuk

perkara kedua:
manalah tubuh ada di kanan
kalau cahaya menoleh dari kiri

jangan harap bayang pulang ke kiri
sebelum cahaya pergi ke kanan

perkara ketiga:
panjang mana tubuh ketimbang bayang
sejauh cahaya memilih derajat ketinggian

tak usah tubuh dan bayang takut pendek
segegas cahaya terbit di kepala atau di kaki

cari perkara:
jika tubuh atau bayang tak di depan tak di belakang
di kiri tiada di kanan alpa

serahkan saja
pada keserongan cahaya.

Jakarta, 2009

Yang Digunjing dan Penggunjing
Berbalas Gurindam

yang digunjing:

mengapa kepada sehadap gajah matamu buta,
kepada sejauh semut matamu menyala.

manakala gajah kausangka tiada,
tersebutlah kau rabun benda.

tatkala semut kau kata titik yang mengada-ngada,
mengapa yang tiada kausebut nyata.

penggunjing:

gajah di depan mata seonggok bayi cuma,
semut di sebalik sana sewujud raksasa.

apabila gajah kausimpul besar senantiasa,
terbilanglah kau dangkal akal dan rasa.

ketika semut kauanggap berdiam dalam lobang saja,
mengapa dengan mudah ia membangun istana.

Medan, 2008

Kunci Pintu

heit, lidahku tak pandai berdusta,
hanya bisa bilang jangan atau sila.

kuasaku tak sampai pada titah,
hanya berdiam pada pasrah.

tapi jangan pernah membentak,
karena aku ciut tak.

pula percuma menghiba,
sebab aku tiada penenggang rasa.

jika hendak jadi penakluk,
mengapa kau cuma mampu mengetuk.

jika berani mengaku menantu,
mengapa kau tak gandeng anakku.

ah, lihai benar kau menyuguh rayu,
untung aku tak tertipu.

mahir juga kau menukar rupa,
untung aku bukan pelupa.

sungguh, tiada aku penentu musti,
kecuali karena pesuruh hati.

sumpah, tiada aku pengingkar janji,
kecuali karena linggis pencuri.

Medan, 2008

Engsel Pintu

andai kau kata diriku semacam kupu-kupu,
tak lah terbang menjadi keahlianku.

sayapku kaku tapi tidak hatiku,
hinggapku satu namun tak mudah kau temu.

jangan kau kira aku makhluk pemalu,
aku hanya sepintal ingin yang semu.

jangan nobatkan aku sebagai tubuh yang malang,
sebab aku tak pernah menggapai hilang.

jikalau aku kuak sepasang lengan,
tiada hendak menagih sebuah pelukan.

jikalau aku tengah berpangku tangan,
tak lah hendak bermalas-malasan.

andai deru napasku sehiruk parau,
bukan karena bertolak dari dada yang risau.

andai biru napasku sewujud bening,
bukan karena mataku sedang berpicing.

Medan, 2008

Lelaki di Depan Selimut

mengapa meringkuk di depan selimut
jika di belakangnya kau boleh leha

dari depan selimut kembaraku bermula
melacak kekasih ke ceruk tidur
sebab tiada tercumbu ia
selain di bilik mimpi

katakan, sepisah apa kau
dari gadismu?

sebuah kejauhan tidak semata tunduk
pada sengketa angka
bukankah hati yang berpaling
adalah jarak yang sukar untuk ditempuh?

khianat selalu mengasah kebencian
ia tidak butuh kau!

tapi kebencian bukan ibu mandul
yang tak mampu mengandung janin rindu
ah, mengapa kebencian senantiasa diremas
dilantingkan ke jantung selokan

beranjaklah dari depan selimut
pulanglah ke belakangnya

aku pilih tegak di depan selimut
karena berlari di belakangnya
serupa mendekam di penjara
di balik rambut kekasih yang menjelma jeruji!

Jakarta, 2009

Istilah pencarian yang masuk:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*