Pemikiran Posmodern Islam Liberal

Judul: Islam Liberal, Paradigma Baru Wacana dan Aksi Islam Indonesia
Penulis: Dr Zuly Qodir
Penerbit: Pustaka Pelajar
Cetakan: Oktober, 2007
Tebal: 250 halaman
Peresensi: Muhibin AM
http://suaramerdeka.com/

KOSMOPOLITANISME agama yang digagas oleh Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan modernisasi pemikiran Islam oleh Nurcholis Madjid (Cak Nur) telah melahirkan paradigma-paradigma pemikiran baru Islam Indonesia. Islam sebagai sebuah ajaran moral, kemudian menjadi ajang pembongkaran makna di balik ayat-ayat sucinya. Continue reading “Pemikiran Posmodern Islam Liberal”

Kilas Balik Peranakan Arab di Nusantara

Judul: Hadrami Awakening: Kebangkitan Hadhrami di Indonesia.
Penulis: Natalie Mobini Kesheh
Penerjemah: Ita Mutiara dan Andri
Penerbit: Akbar, Jakarta
Cetakan: Pertama, 2007
Tebal: 275 halaman
Peresensi: Djoko Pitono
suaramerdeka.com

NENEK moyang mereka datang dari jauh, umumnya Hadramaut di Yaman, wilayah selatan Jazirah Arab. Memang sebagian telah ada yang tiba di Nusantara jauh hari, tetapi sejarawan mencatat, para pendatang laki-laki itu mulai bermukim di negeri ini pada abad ke-19. Mereka pun kawin dengan perempuan setempat dan beranak-pinak membentuk masyarakat baru. Continue reading “Kilas Balik Peranakan Arab di Nusantara”

Membongkar Injil-injil Rahasia

Peresensi: Ahmad Musthofa Haroen
Judul: Menguak Injil-injil Rahasia
Penulis: Deshi Ramadhani, SJ
Penerbit: Kanisius, Yogyakarta
Cetakan: Pertama, 2007
Tebal: xvi+208 halaman
suaramerdeka.com

AGAMA sering dipahami sebagai sesuatu yang terberi (given). Ada asumsi sederhana yang berkembang dan kemudian diyakini bahwa agama adalah sebuah paket keimanan praktis yang taken for granted alias siap saji. Continue reading “Membongkar Injil-injil Rahasia”

Selamat Pagi, Pak Gubernur!

Wahyu Dramastuti
http://www.sinarharapan.co.id/

SELAMAT pagi, Pak Gubernur! Mudah-mudahan pagi ini Anda sedang membaca cerita pendek saya sambil minum teh hangat di tengah kebun rindang dan rumput yang menghijau. Ini penting, supaya hati ini senantiasa hangat tapi pikiran tetap dingin. Ah.? maaf, Pak Gubernur, saya hanya ingin menyampaikan isi hati secara tulus.
Cerita ini tentang penjual ketoprak langganan saya, Kojak namanya. Cukup panggil Kojak, karena kepalanya lonjong tapi rambut plontos, hidungnya seperti hidung betet. Persis seperti ?Kojak? Telly Savalas yang terkenal di era 1970-an, saat saya dan teman-teman berebut kursi untuk menonton televisi di rumah tetangga. Continue reading “Selamat Pagi, Pak Gubernur!”

Bahasa ยป