Bagaimana Para Cacah Diisap

A.S. Laksana *
jawapos.com

Pada suatu masa sebelum penjajahan, raja dalam masyarakat Jawa tradisional memiliki kedudukan sebagai pusat ketatanegaraan dan posisinya nyaris bersifat ilahiah. Sementara itu manusia jelata memiliki nilai ekonomis dalam pengertian bahwa ia nyaris serupa dengan binatang ternak. Keduanya, manusia dan ternak, sama-sama bisa diperas. Hanya saja, manusia sedikit lebih unggul dibandingkan dengan kerbau atau kambing atau ayam. Anda tahu, manusia bisa menari, melontarkan tombak, mengayunkan pedang atau parang. Continue reading “Bagaimana Para Cacah Diisap”

Estetika Para Perupa Komik

Afnan Malay *
jawapos.com

Pada 22-30 Maret lalu, bertempat di Galeri Nasional, Jakarta, Andi’s Gallery menjadi tuan rumah pameran bertajuk The Comical Brothers. Sebanyak 22 perupa -seharusnya 25, tetapi Samuel Indratma, Ahmad Thoriq, dan Decky Leos berhalangan- dikuratori Bambang “Toko” Witjaksono dan Grace Samboh memajang aneka rupa karya komikal. Antusiasme pengunjung, umumnya anak-anak muda, tampak saat pembukaan pameran itu. Continue reading “Estetika Para Perupa Komik”

Malina dalam Bus Tua

Yetti A.KA *
jawapos.com

Malina belum menentukan ke mana ia akan pergi ketika ia menumpang bus tua. Dia hanya tahu bus itu akan keluar dari kota kecil tempat ia tinggal, dan itu pula tujuannya.

Ada beberapa kursi kosong. Malina bergerak ke dalam dan memilih duduk di pinggir, dekat jendela yang terbuka. Kursi di sampingnya belum terisi. Udara cukup dingin, digesernya kaca jendela sampai rapat. Tas warna hitam yang mengembung ia letakkan di antara kedua kaki. Continue reading “Malina dalam Bus Tua”

Menyimak Richard Strauss Membaca Nietzsche:

https://www.youtube.com/watch?v=XkMiOSxZNkg

Berjumpa Richard Wagner dan Arthur Schopenhauer
Nurel Javissyarqi
http://pustakapujangga.com/?p=398

Richard Strauss, putra dari Franz Strauss. Lahir 11 Juni 1864 di Munich, meninggal 8 September 1949, seorang komposer berkebangsaan Jerman. Masa mudanya berpendidikan musik menyeluruh dari sang ayah. Menulis musik pertama di usia 6 tahun, terus ke hampir kematiannya. Tahun 1874 mendengar opera Wagner; Lohengrin dan Tannhauser. Pengaruh Wagner sangat mendalam, ayahnya melarang mempelajarinya: tidak sampai umur 16 tahun, telah peroleh skor Tristan und Isolde. Continue reading “Menyimak Richard Strauss Membaca Nietzsche:”

BAHRUM RANGKUTI: ANGKATAN 45 YANG TERLUPAKAN

Maman S. Mahayana *

Selama ini, pembicaraan mengenai sastrawan Angkatan 45 selalu terfokus pada diri Chairil Anwar, Asrul Sani, dan Rivai Apin. Ketiga penyair inilah yang kita kenal lewat antologi puisinya, Tiga Menguak Takdir (1948). Mereka pula yang menyatakan sikap berkeseniannya dalam Surat Kepercayaan Gelanggang yang dimuat dalam majalah Siasat, 23 Oktober 1950. Sastrawan Angkatan 45 lainnya, dapatlah disebutkan beberapa di antaranya, Achdiat Karta Mihardja, Idrus, M. Balfas, Pramoedya Ananta Toer, Mochtar Lubis, Sitor Situmorang, Usmar Ismail, El Hakim, Rosihan Anwar, dan Utuy Tatang Sontani. Continue reading “BAHRUM RANGKUTI: ANGKATAN 45 YANG TERLUPAKAN”

Bahasa ยป