Puisi-Puisi Ulfatin Ch

SELEMBAR DAUN JATI

Selembar daun jati
gugur
jeritnya terdengar parau
sampai ke hati.

Seperti derit daun pintu
yang pelan-pelan mengatupkan
aku!

TELAH RETAK BULAN

Telah retak bulan
dan angin pun luka
tidur di antara daun
hujan turun

Telah retak bulan
malam-malam
kembara
di antara angin dan topan
memeluk kelam

1999

DI MUSIM YANG LAIN, AKU KEMBALI

Setahun kujelajahi hutan ini
sepi belaka, tanpa penghuni

Lalu kubangun rumah dekat sungai
agar lebih mudah kukenali mata angina
dan aku tenang memandang bulan

Sesekali lewat angina
aku meniupkan tembang-tembang cinta
hingga aku tidur, dan ketika bangun
sudah kudapatkan mekar mawarku.

Embun itu jatuh dari kelopak mawar
dan aku pun berangkat mendekat senja
sebab tak bisa kuharap lagi bulan
di akhir musim ini
atau pun matahari yang siap tenggelam

Dan ketika aku kembali di musim yang lain
kudapatkan hutan itu telah ramai
menjadi kota
dan di antara dataran yang dibelah sugai
telah terbangun jembatan
aku tak lupa rumahku, tapi di mana

1993

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *