http://www.surabayapost.co.id/
Ode Bagi Hutan
bukan semak
tanpa ada pilihan jalan lain
meski rimbun pohonan
jadi peneduh sepanjang perjalanan
namun akar yang berserak
bersaudara dengan ular
dan kalajengking
daun-daun
satu persatu jatuh berguguran
diterpa angin.
Jogja, 2009
Ayam Bakar Mentega
Kepada badruddin emce
Pulang malam,
Aku jalan sendiri dari kroya
Seusai berguru ke rumah penyair tua.
Melewati jalanan dekat stasiun,
Suara-suara membuatku sedikit ngeri
Untuk terus melangkah.
Sampai aku tiba di muka pasar
Yang mulai rapuh tergigit malam
Beberapa warung beratap tenda
Mencoba bertahan dengan menjual makanan
Kepada para pelancong semacam diriku
dan orang-orang penggiat malam
yang senantiasa rela duduk beralas tikar
Kupesan sepiring nasi
dengan lauk ayam bakar mentega
lalu kubiarkan
rasa lapar meyantap lahap
paha kiri yang mulus kinyis-kinyis
Dan malam, biarlah malam
semakin larut ia berpagu
jelang usai opera makan
Tinggal tubuhku yang tersisa di sini
melanjutkan pulangku
sendiri.
Hujan Dini Hari
-sebelum subuh
Kemana pergi
Hujan dini hari
Genderang tabuh di atap
Semua rumah
Kemana langkahmu menuju
Alamat belakang sebuah rumah
Sumur yang terkubur
Oleh batu-batu rajam
Hitam terbalut lumut
Sekeping mimpi
Pada ranjang bambu
Bongkah-bongkah harapan
tidak akan terhapus
meski tubuh
kau basuh seluruhnya
di halaman belakang
sebuah rumah
air mata jatuh
pada batu-batu hitam terbalut lumut
yang mengubur semua sumur
yang menghapus segala puja
Jogja, 2009
