Eyang Sentot

Luhur Satya Pambudi
http://www.lampungpost.com/

AMBULANS yang membawa jenazah Eyang Sentot perlahan-lahan meninggalkan kompleks perumahan tempat tinggal Almarhum. Aku duduk tepat di belakang sopir, di dekat peti jenazah bersama beberapa orang tetangga Eyang Sentot. Sebagai wakil keluarga, menjadi tugasku untuk menjadi penunjuk jalan bagi supir ambulans menuju makam. Sekitar dua ratus meter menjelang jalan besar, tiba-tiba ada sesuatu yang menghentikan laju rombongan pembawa jenazah. Pelakunya adalah dua orang perempuan cantik separuh baya yang lantas mendekati ambulans. Continue reading “Eyang Sentot”

Memasung Malam

Fahri Asiza
http://www.lampungpost.com/

MENUANG arak dari botol penghabisan tak jua membuat Iskandar mau meledak perutnya. Tawanya makin gurih kala tetesan arak yang dihamburkan ke mulutnya berpencaran menetesi dagu dan jatuh memburai di tanah. Lapak kecil yang terletak di pojokan jalan dibahani tepukan penyemangat.

Setelah tetesan terakhir yang bersisa di dagu bagian bawah diusap, lalu dijejalkan ke mulut, tepukan kembali merajai malam kelam. Iskandar bangkit berdiri, menahan huyungan badan. Matanya mulai tak berteman, lingkarannya mengecil dengan sedikit gumpalan di bagian bawah. Kedua tangannya disentakkan ke atas, menantang dingin dan mengirimkan kabar ke pelosok langit. Continue reading “Memasung Malam”

Bahasa ยป