ENSIKLOPEDI SASTRA INDONESIA: TEBAL DAN GAGAH?

Maman S. Mahayana *

Hasanuddin WS, dkk. Ensiklopedi Sastra Indonesia (Bandung: Titian Ilmu, 2004, xiii + 889 halaman)

Dibandingkan kamus yang penjelasan tentang entrinya lazim dalam bentuk sinonim atau keterangan ringkas, ensiklopedi menguraikannya secara luas. Malahan, sering kali penjelasannya itu cenderung lebih rinci dan mendalam. Itulah yang membedakan kamus dengan ensiklopedi. Demikian juga dengan Ensiklopedi Sastra Indonesia ini. Continue reading “ENSIKLOPEDI SASTRA INDONESIA: TEBAL DAN GAGAH?”

Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang

(Wawancara dengan Agus Riadi, Ketua DKJ periode 2010-1014)

Fahrudin Nasrulloh

Selama beberapa tahun belakangan, sejak tahun 1993, upaya pembentukan Dewan Kesenian Jombang telah dilakukan oleh kalangan pemerhati budaya di Jombang, salah satu inisiatornya adalah Agus Juadi, namun tidak menemukan kesepakatan yang aklamatif serta karena perbedaan pandangan yang beragam. Continue reading “Menimbang Visi Dewan Kesenian Jombang”

Sebutir Nasehat di Tepi Nasi

M.D. Atmaja

Dini hari terasa begitu dingin. Tidak seperti biasanya. Gerakan angin tidak terasa namun dinginnya membekukan tulang. Udara juga bersih dari riang jangkrik. Tidak ada gerakan sama sekali. Malam seperti telah berada di dalam kekosongan. Tanpa kehidupan. Berjalan pelan namun sangat pasti tanpa terhalangi apa pun. Berdetak dalam detik yang terus berganti sebagai langkah yang tidak bisa undurkan. Perjalanan waktu. Continue reading “Sebutir Nasehat di Tepi Nasi”

Satrio Kembar: Romantisme Antara Dua Kutub

Sabrank Suparno
http://forumsastrajombang.blogspot.com/

Satrio kembar dalam tulisan ini hanyalah ?interpolasian? yang dapat kita tebarkan ke seluruh wilayah serapan atas poin pemikiran Cak Nun yang begitu luas cakupannya dalam setiap termin acara. Dalam satu kali pertemuan padhang mbulan saja, sesungguhnya dapat kita jabarkan menjadi berjilid-jilid buku ensiklopedia yang teramat sangat afunturir, menjelajahi keluasan cakrawala ilmu. Namun keterlepasan antara dua kutub keilmuan itu tidak lantas kepyar tanpa makna. Tetapi selalu diikat dalam satu jalinan titik temu antara dua kutub yang berjauhan. Continue reading “Satrio Kembar: Romantisme Antara Dua Kutub”

Vagina yang Haus Sperma:

Heteronormatifitas dan Falosentrisme dalam Novel Ayu Utami
Katrin Bandel
http://www.facebook.com/group.php?gid=38840078585

Beberapa waktu yang lalu saya sempat berdebat dengan seorang kawan mengenai karya Ayu Utami. Setelah membaca beberapa tulisan saya yang mengkritik karya itu dan mempertanyakan politik sastra seputarnya, kawan saya tersebut dapat memahami pandangan saya. Tapi meskipun demikian, baginya novel Ayu Utami tetap memiliki sebuah kelebihan: Menurut pengamatannya, novel Saman merupakan karya pertama yang dengan cukup tepat merepresentasikan gaya hidup kelompok masyarakat tertentu, yaitu gaya hidup yang dipilih sebagian perempuan kelas menengah perkotaan di Indonesia (terutama Jakarta). Continue reading “Vagina yang Haus Sperma:”

Bahasa ยป