Tentang Penyair dan Penyakit Puisi

Fahrudin Nasrulloh *

Apa hebatnya puisi sehingga tak lelah-lelah terus dituliskan? Penyair-penyair muda terus bermunculan. Yang lawas-lawas kian mengukuhkan kepenyairannya. Sedang yang lain adalah mereka yang telah kehilangan gairahnya, karena tuntutan hidup yang riil lebih mencambuk ketimbang mengurusi puisi. Memang, gairah pada puisi, pada belantara teks, pada kembara pengalaman puitik, pengalaman di kedalaman bahasa, merupakan kerahasiaan tersendiri atas segala proses itu. Continue reading “Tentang Penyair dan Penyakit Puisi”

Mencari Titik Pusat Cahaya

Sabrank Suparno
JP Radar Mojokerto

Kehidupan manusia terus bergulir dan merambahi fase-fase peralihan peradaban. Seiring dengan itu, sebagai kholifah berbudaya, manusia juga terus mengembangkan kreatifitasnya untuk menyiasati target kebutuhan hidupnya yang lebih layak. Minimal relevan dengan zamannya. Untuk tujuan inilah berbagai tingkah polah dilakukan. Dari yang bernuansa “ceketer” hingga yang spektakuler. Dari sekedar jagongan di warung sampai berkonkow-konkow di gedung. Ada pula yang sekedar semrawut di stasiun, sementara yang lain malah berjingkrak-jingkrak di alun-alun. Continue reading “Mencari Titik Pusat Cahaya”

Malaikat Bernama Armagedon

Soeprijadi Tomodihardjo *
jawapos.com

KETIKA gereja berperan sebagai penggerak kekerasan terhadap para pembela kebebasan, Friedrich Schiller (1759-1805) justru tampil dengan mengambil sikap sebaliknya. Dia menjunjung tinggi kebebasan. Dalam sebuah analisis filosofisnya, sastrawan klasik Jerman itu berujar: ”Bagi umat manusia, tak ada sesuatu yang lebih hina daripada membiarkan diri menjadi korban kekerasan. Bahkan, siapa secara pengecut bertekuk-lutut di depan kekerasan, dia mencampakkan kemanusiaannya sendiri. Sebaliknya, siapa yang melakukan kekerasan terhadap sesama manusia, patut diragukan rasa kemanusiaannya.” Continue reading “Malaikat Bernama Armagedon”

Membaca Rupa

Riadi Ngasiran
http://www.jawapos.com/

Keindahan hanyalah derivasi dari kebenaran; sesuatu yang benar pastilah indah. Tetapi, sesuatu yang indah belum tentu benar. Thomas Aquinas

Ruang-ruang pameran adalah perhelatan kreativitas untuk menyampaikan pesan-pesan. Seniman menghadirkan pertanggungjawabannya kepada publik dan publik berkesempatan menimbang, memberikan penafsiran, atau mungkin mempergulatkan pengalaman personal dalam menghayati karya tersebut. Kedalaman atau kedangkalan sebuah interpretasi segera tampak dari seberapa jauh seseorang mempunyai pengalaman membaca sekaligus mengasah wawasan. Continue reading “Membaca Rupa”

Bahasa »