JALAN MUNDUR
menujumu aku merindu
remuk tertumbuk waktu
melayang menjadi debu
mengikuti tumit menuju
seperti tangga dari puncak
kugosok kembali kuak-kuak
yang usang ditinggal tapak Continue reading “Puisi-Puisi Samsudin Adlawi”
JALAN MUNDUR
menujumu aku merindu
remuk tertumbuk waktu
melayang menjadi debu
mengikuti tumit menuju
seperti tangga dari puncak
kugosok kembali kuak-kuak
yang usang ditinggal tapak Continue reading “Puisi-Puisi Samsudin Adlawi”
http://www.jawapos.com/
Karena Tahun Tak Pernah Berulang
saat kukenang kelahiranku yang terselip butiran tanah merah
yang nampak hanya roncean semboja
di antara keabadian tak terbaca
seperti teriakan ku yang masih saja menjadi teka-teki ”cinta maya”
adakah kemolekan dari sebuah tarian sunyi
saat berputar-putar mengelilingi mimpi
bercinta dengan abjad yang semakin renta
dan memberikan bayang-bayang sebuah ironi Continue reading “Puisi-Puisi Deny Tri Aryanti”
jawapos.com
Lukisan Perempuan di Museum Blanco
debu berebut merajam waktu
aku terpenjara mata perempuan
semata perempuan dalam kanvasmu
mata yang menari entah dalam irama
gamelan, jazz, bosanava atau salsa.
mata yang samar serupa kabut
memucat pada lembar biografi
mefosil dalam geletar ingatan Continue reading “Puisi-Puisi Tjahjono Widijanto”
M.D. Atmaja
Di suatu hari yang biasa, Dhimas Gathuk mampir sejenak ke warkop, warung kopi, untuk melepaskan kejemuan akan rutinitasnya. Warung kopi yang telah mempertemukan dirinya dengan banyak orang dihari itu tidak terlalu ramai. Orang-orang yang datang pun beberapa dia kenal dengan baik. Beberapa yang lain sering bertemu dalam tatapan mata dan senyuman. Dhimas Gathuk duduk pada kursi panjang, sendirian saja sambil menikmati rokok filter berlogo sembilan bintang itu. Continue reading “Para Pengikut Nabi”
Gunawan Maryanto
jawapos.com
Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridlaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu atas debu
dan duka maha tuan bertakhta1
—
Di atas panggung, beberapa kotak yang disembunyikan begitu saja di balik kain hitam, Ranggalawe gugur. Continue reading “Ranggalawe Gugur”