Puisi-Puisi Pringadi AS

Sebuah Jawaban di Stasiun Kereta
: wan anwar

dari Ampera, aku tidak pernah berpikir akan lupa pada seporsi
mpek-mpek yang asam, dan manisnya segelas es campur di keruhnya
wajahmu. tiga puluh menit, Wan, tiga puluh menit saja aku sudah
sampai di kereta membawa sebuah koper yang berisikan wangi
parfummu tetapi aku masih meninggalkan selembar kertas kosong
atas pertanyaanmu dulu. aku duduk di gerbong ke tiga, Continue reading “Puisi-Puisi Pringadi AS”

Di Atas Bukit Di Bawah Langit

M.D. Atmaja

Anak manusia, lelaki, tapi dasar dia adalah seorang Lelaki Pendosa. Dia memang lelaki, namun tubuhnya tidak sekuat jiwanya dalam menempuhi hari. Lelaki kurus yang diberati timbangan dosa. Sepertinya dia tidak pernah perduli akan itu. Dia terus mengembara, menempuhi perjalanan yang terasa semakin semakin memukau semenjak kedatangan Perempuan Pendoa di dalam langkah perjalanan sunyi. Kakinya berkelana, tangannya yang lentik bermain kata menyeret seorang perempuan yang telah memenjara jiwanya. Perjalanan Lelaki Pendosa harus ada Perempuan Pendoa di sana, sebab jiwa sang lelaki telah terlumpuhkan begitu saja. Terlumpuhkan tanpa peperangan. Menyerah tanpa pemberontakan. Continue reading “Di Atas Bukit Di Bawah Langit”

Presiden Bogambola

Fahrudin Nasrulloh

Ayo, kita bebaskan iblis dan setan
Agar jelas mana surga mana neraka
Tanpa dunia di tengahnya!

Kita seakan dibikin bahlul dan geregetan menonton kondisi kisruh KPK-POLRI yang hinggi kini makin memanas. Mafia peradilan, makelar kasus, dan koruptor di mana-mana. Seperti puting-beliung Menggasak siapa saja. Skandal Bank Century sungguh menghantui. Continue reading “Presiden Bogambola”

Bahasa ยป