Mengapa Dosen-dosenku Malas Menulis?

Mohammad Afifuddin*
http://www.jawapos.com/

”Mengapa dosen-dosenku malas menulis?” Apakah mereka benar-benar tidak bisa menulis? Sepertinya mustahil mereka tidak bisa menulis. Mereka jelas punya kemampuan menulis. Buktinya, mereka berpengalaman menulis skripsi, tesis, bahkan disertasi. Juga ada puluhan buku yang ditulis para dosen tersebut. Tapi, mengapa mereka malas menulis di media massa? Continue reading “Mengapa Dosen-dosenku Malas Menulis?”

Serutan Mozaik Novelis Prodigi

J. Sumardianta
http://www.jawapos.com/

”Inilah kekuatan susastra. Ia menceritakan kesenangan sehingga membuat jiwa menari kegirangan. Ia menuturkan kesedihan sampai menangis tersedu sedan. Ia mengabarkan cinta hingga memaksa orang jadi lemah lembut. Ia mengatakan bahaya dan membuat orang bergidik. Ia melampiaskan kemarahan yang meluap hingga membuat orang jadi waspada. Ia mengatakan kecongkakan sampai membuat orang menghunus badik. Ia mengatakan hasutan dan membuat orang terprovokasi. Ia mengatakan sesuatu yang melambungkan jiwa hingga membuat orang terangkat ke langit tujuh. Ia mengatakan kerendahan hati dan membuat orang luruh egonya. Sastra mengguncangkan hati dan membuat mata berkilauan.” Continue reading “Serutan Mozaik Novelis Prodigi”

Puisi-Puisi Heri Latief

Tanjung Periok Berdarah

suatu malam yang dingin berkabut di bulan oktober 1984, aku ada di neumunster (jerman barat). malam itu ada tamu dari jauh, yang mengabarkan kekejaman rezim suharto membabat rakyat di jalanan dengan senjata buatan amerika.

air mata berlinang, rasanya hati tertusuk bayonet, sakitnya terasa sampai sekarang. kekerasan negara terulang, setiap hari rakyat kecil hanya bisa makan sekali, itu pun kalau ada rejeki. sedangkan birokrasi asik beramai-beramai-berkorupsi. Continue reading “Puisi-Puisi Heri Latief”

Puisi-Puisi Mardi Luhung

Kucing Beling

Mesin jahit di atas meja. Meja di atas usungan. Usungan di atas selusin pundak. Dan di mesin jahit itu dia menjahit tubuhku yang telah digunting dan dimal. Setelah dibentang seperti 7 meter kafan. Dan ditaburi minyak serimpi. Minyak si penari yang telah membuat usia menyingkap kerahasiaannya. Membiarkan risik tertabur pada yang tak pernah mengatupkan mulutnya: “Aku ingin menghadap tanpa riasan apa pun. Aku adalah teja senja yang tak terduga!” Continue reading “Puisi-Puisi Mardi Luhung”

Bahasa »