M.D. Atmaja
Di atas bukit, setelah melalui jalan memutar di samping tebing-tebing, si Lelaki Pendosa dan Perempuan Pendoa kini berdiri. Mereka berdua sama-sama memakukan pandangan pada pantai yang mendebur, ombak yang mengiris berkidungkan alam-raya. Batas-batas dunia telah mereka berdua lewati sebagai pengembara. Kini mereka diputari oleh semerbak bunga dunia, dipacu kehangatan matahari malam. Saat itu, belum ada yang terlena. Belum ada yang terlelap. Keduanya saling menjaga malam agar tidak ditelikung setan jalanan. Continue reading “Dunia yang Tertolak”
