Dunia yang Tertolak

M.D. Atmaja

Di atas bukit, setelah melalui jalan memutar di samping tebing-tebing, si Lelaki Pendosa dan Perempuan Pendoa kini berdiri. Mereka berdua sama-sama memakukan pandangan pada pantai yang mendebur, ombak yang mengiris berkidungkan alam-raya. Batas-batas dunia telah mereka berdua lewati sebagai pengembara. Kini mereka diputari oleh semerbak bunga dunia, dipacu kehangatan matahari malam. Saat itu, belum ada yang terlena. Belum ada yang terlelap. Keduanya saling menjaga malam agar tidak ditelikung setan jalanan. Continue reading “Dunia yang Tertolak”

Buku-buku Sutan Takdir Alisjahbana

Ahmadun Yosi Herfanda *
infoanda.com/Republika

Beberapa buku tentang Sutan Takdir Alisyahbana (STA) dan pemikirannya, belum lama ini, diterbitkan dalam rangka 100 tahun sang tokoh. Dua buku di antaranya, Sutan Takdir Alisyahbana Dalam Kenangan dan Manusia Renaisance, diterbitkan oleh Dian Rakyat. Keduanya berisi kumpulan tulisan para pakar dan sama-sama disunting oleh Abu Hasan Asy’ari. Continue reading “Buku-buku Sutan Takdir Alisjahbana”

Apa Kabar Sastra Sunda?

Matdon *
sinarharapan.co.id

Sepuluh penyair Sunda (kemudian penyair dalam bahasa Sunda disebut Penyajak), Senin (9/4) lalu, tampil bersama di Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung, dalam acara “Tepung Lawung Panyajak Sunda” atau pertemuan penyair Sunda. Mereka antara lain Soni Farid Mualana, Moel Mge, Euis Balebat, Ayi Kurnia, Ches Inendez, Godi Suwarna, Yayat Hendayana, Dian Hendrayana, Rin Rin Candraresmi, dan Rosyid E Aby. Continue reading “Apa Kabar Sastra Sunda?”

Bahasa »