Pesona Novel Dunia

Ibnu Rusydi
http://www.korantempo.com/

Dewan Kesenian Jakarta memfasilitasi penerjemahan novel dunia. Dua karya penting dipilih.

Prihatin. Itulah awal dari Program Penerjemahan Sastra Dewan Kesenian Jakarta (DKJ). Kualitas penerjemahan sastra di Indonesia dirasa buruk. Koleksi terjemahan karya sastra dunia, khususnya novel, di sini sangatlah miskin.

Dari keprihatinan itu, Dewan lalu minta masukan dari sejumlah pengamat dan pelaku sastra, yaitu A.S. Laksana, Hasif Amini, Nirwan Ahmad Arsuka, dan Nirwan Dewanto. Setelah memetakan tren novel dunia terbaru, mereka memilih dua judul: A History of the World in 10? Chapters, karya penulis Inggris, Julian Barnes, dan Dictionary of The Khazars, karya penulis Serbia, Milorad Pavic.

A History of the World in 10? Chapters, yang kemudian diterjemahkan menjadi Sejarah Dunia dalam 10? Bab, adalah salah satu novel Barnes yang banyak dipelajari dan diperbincangkan. Novel karya novelis postmodern Inggris peraih Shakespeare Prize (1993) itu pertama kali dipublikasikan pada 1989.

Dalam novel tersebut, lelaki kelahiran Leicester, Inggris, pada 19 Januari 1946 itu mencampurkan fiksi dengan narasi sejarah. Dia mempertanyakan ide tentang sejarah, interpretasi atas fakta, dan pencarian manusia untuk menjelaskan tempatnya dalam sejarah: “Sejarah bukanlah apa yang terjadi. Sejarah hanyalah apa yang dikatakan para sejarawan.”

Barnes menyajikan kritik tajam terhadap sejarawan yang menyederhanakan sebab-akibat, sehingga sejarah menjadi begitu subyektif, dan berbelok dari kebenaran yang sesungguhnya. Sekaligus itu peringatan betapa berbahayanya jika kita berkutat pada satu kebenaran sejarah.

Novel itu dimulai dengan kisah ulat penumpang gelap bahtera Nuh. Ia menjadi saksi banyak kejadian penting di atas kapal. Ada pula kisah seorang penumpang kapal Titanic yang selamat karena “menyamar” sebagai perempuan, proses pengadilan di Prancis yang ganjil, hingga seorang lelaki yang mendadak berada di surga.

Dictionary of The Khazars karya Milorad Pavic mengungkap Polemik Khazar, juga memadukan fiksi dengan nonfiksi. Novel ini diterjemahkan dari versi bahasa Inggris, yang diterjemahkan Vintage Books, New York, pada 1988. Buku asli Pavic, penulis asal Serbia, itu terbit pada 1984 dalam bahasa Serbia.

Berformat mirip kamus, Pavic menyuguhkan kisah dari tiga sisi sumber, yakni “Buku Merah” untuk sumber Kristen, “Buku Hijau” (Islam), dan “Buku Kuning” (Yahudi). Pembaca bisa membaca lebih dulu bagian mana saja dari ketiganya.

Tema pusat novel ini adalah perpindahan agama orang-orang Khazar pada abad ke-8 hingga ke-9.

Khazar adalah sebuah suku yang berdiam di wilayah Kaukasia sejak pertengahan abad keenam. Mereka perkasa dan suka berperang. Secara geografis, mereka berada di antara wilayah Byzantium dan imperium Islam. Maka orang-orang Khazar mengundang perwakilan kedua pihak untuk berdebat soal kebaikan iman masing-masing.

Dalam bukunya, Pavic–penulis kelahiran Beograd pada 1929–mengatakan tak jelas orang Khazar akhirnya memilih iman yang mana. Yang jelas, bangsa penyekat dua imperium itu akhirnya musnah tak berbekas, kecuali sebuah kompleks kuburan di tepi Danube, yang belum bisa dipastikan sebagai kompleks pemakaman mereka.

Kedua novel itu dipilih dengan berbagai pertimbangan: dana, waktu, ketebalan novel, bahasa asal, dan yang utama adalah pencapaian estetik novel. Untuk novel Barnes, penerjemahnya adalah Arif Bagus Prasetyo, dengan editor Dinar Rahayu dan korektor Wikan Satriati. Sedangkan buku Milorad Pavic diterjemahkan Noor Cholis, dengan editor Yusi Avianto Pareanom dan korektor Bramantio.

Pada proses penerjemahan, yang berlangsung sepanjang 2008, semua yang terlibat menggelar diskusi rutin: kepala proyek sampai penyunting, korektor, juga anggota Komite Sastra Dewan Kesenian Jakarta, seperti Zen Hae, Nukila Amal, dan Ayu Utami.

“Sejumlah penerbit kami kirimi undangan kerja sama,” kata Eliza Handayani, project officer penerjemahan, dalam konferensi pers beberapa waktu lalu. Komite Sastra DKJ lalu memilih Penerbit Serambi dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Serambi menerbitkan Kamus Khazar: Sebuah Novel Leksikon, sedangkan KPG menerbitkan Sejarah Dunia dalam 10 ? Bab.

Di buku Khazar, Komite Sastra DKJ memberi catatan tambahan soal penerjemahan itu. Program ini dimaksudkan menghadirkan karya yang dipandang sebagai tonggak penting dalam tradisi penulisan novel dunia, terutama menyangkut virtuositas dan cara penyampaian cerita. Selain itu, program ini sekaligus memberi alternatif karya terjemahan yang bisa dijadikan contoh oleh pekerja penerjemahan, termasuk penerbit.

Kedua novel itu terbit dalam waktu berbeda. Sejarah Dunia cetakan pertamanya pada Maret 2009 dan Kamus Khazar diluncurkan pada Juni 2009. Cetakan kedua buku itu lumayan bagus, terutama Sejarah Dunia, yang dicetak di atas kertas cukup tebal berjenis ringan. Berbeda dengan Kamus Khazar, yang menggunakan kertas tipis, sehingga ada cetakan yang tembus ke halaman di baliknya.

Bagaimana hasil terjemahannya? Pada sejumlah bagian kedua novel itu, pembaca mungkin akan lelah menghadapi alinea yang gemuk alias panjang. Pada salah satu bagian Kamus Khazar, misalnya, alineanya memanjang sampai dua halaman (halaman 333-335). Pada Sejarah Dunia pun ditemukan alinea yang panjangnya sampai lebih dari dua halaman (halaman 83-86).

Di luar soal itu, kedua karya kelas dunia ini agaknya butuh promosi ekstra agar menyentuh lebih banyak penggemar sastra dan publik yang lebih luas. Sebab, hingga kini, kedua novel itu tampaknya belum menjadi pembicaraan hangat, terutama di kalangan publik sastra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *