Puisi-Puisi Samsudin Adlawi

JALAN MUNDUR

menujumu aku merindu
remuk tertumbuk waktu
melayang menjadi debu
mengikuti tumit menuju

seperti tangga dari puncak
kugosok kembali kuak-kuak
yang usang ditinggal tapak

satu-satu kurendam jejak
dalam kubang air mata

daki luruh rinduku menuju

the sunrise of java, 13072009

TATO

semalam anak kami mimpi indah sekali
ia gergaji dua tulang iganya sendiri
setelah diciumkan di hidung matahari
lalu ditumbuk jadi bubuk putih

anak kami terus bermimpi
ia mengerat urat nadinya sendiri
lalu diteteskan dalam mulut sloki

anak kami terus bermimpi
ia cacah dadanya sendiri
lalu dinaburi bubuk tulang
lalu dituangi darah sesloki

anak kami bangun pagi sekali
lalu bergegas menuju meja rias
di muka cermin ia mati berdiri
melihat di dada berkibar merah putih

the sunrise of java, 10072009

YOYO

setelah membentang sayap
anak kami melating ke angkasa

setelah mencumbui bulan bintang
menggenggam dunia ia pulang

setelah membedah dada
benang di qalbu ia ulur

setelah membelah dunia
sedepa benang ia ikat

ia lempar ke bawah
dunia berputar-putar

ia lempar ke depan
dunia berputar-putar

ia lempar ke samping
dunia berputar-putar

dengan qalbu anak kami
mempermainkan dunia

the sunrise of java, 06072009

SUNGAI BIRU

anak kami mulai gemar menggambar

kaki sepangkal paha kemaluan sedada
tangan sepundak digurat sempurna

kepala menganga menancap di leher
cairan otak meleleh di liuk-liuk sungai

ia ingin seperti sungai air kemarin berlalu
mengalir air baru lebih segar dan biru

the sunrise of java, 03072009

BOLA NURANI

sore tadi kami nonton sepak bola
liga dalam negeri di layar kaca
bola mengalir dan terus bergulir
dari kaki ke kaki, dari emosi ke emosi
bola ditendang melayang tanpa nurani
stadion gemuruh runtuh caci maki

malam tadi kami nonton sepak bola
liga luar negeri di layar kaca
bola mengalir mondar-mandir
dari kaki ke kaki, dari hati ke hati
bola ditendang layangkan nurani
stadion gemuruh riuh puja puji

sore kemarin kami nonton sepak bola
liga dalam negeri di layar kaca
kartu kuning disambut cibiran
kartu merah dibalas kemarahan
peluit disemprit wasit ditendang

malam kemarin kami nonton sepak bola
liga luar negeri di layar kaca
kartu kuning dibalas hening
kartu merah disambut penyesalan
peluit disemprit wasit dipandang

the sunrise of java, 1602/30062009