Sajak-Sajak M. Harya Ramdhoni Julizarsyah

http://www.lampungpost.com/
Arok, Dedes, dan Lelaki Peragu

/1/
arok,
siapa kuasa
melawan takdir?
janin di rahimku
benih tunggul ametung.
arok,
seperti engkau
ia pun seorang samun.
seperti engkau
ia pun gemar bertandang
ke rumah lacur.
seperti engkau
ia pun gemar bersabung.
seperti engkau
ia pun lelaki laknat.
arok,
ia sudra hina
disatriakan daha.
ia kecup pantat dandang gendis
tanpa kehormatan lelaki.
ia gentar pada digdaya
balatentara kadiri.
ia hanyalah lelaki cundang
dan peragu.
ia tak setanding
dengan dirimu nan perwira.
arok,
siapa kuasa
melawan takdir?
kelaminku bercahya
pukau hatimu nan galau.
engkau lelaki muda,
aku dara remaja.
tentu tak pantas
bila kita bercinta
di alam ruhani semata.
engkau jelata yang
dikutuk sebagai rama.
aku brahmani yang
dikutuk sebagai shinta.
engkau maling kecil
disatriakan oleh brahmana.
aku brahmani
ditakdirkan dewata
sebagai ibu para raja.
arok,
ku merayu dirimu
sudahi hinaan ini.
balaskan deraan kadiri
pada kehormatan kami.
akankah kau senyap
melihat dandang
gendis celaka?
ataukah engkau
menimang lingga
demi kelaminku semata?
cukupkah bagimu
akuwu tumapel?
kadiri dan jawa
menanti penaklukanmu.
arok,
biarlah sejarah berucap:
“lelaki samun tanpa muasal
ditabalkan sebagai raja!”
jawa akan tertawa.
dewa akan terbahak.
sebab garis takdir
dijungkirkan pemerkosa
murahan dari padang karautan.
arok,
siapa kuasa
melawan takdir?
singkirkan kesumatmu
pada kadiri.
singkirkan sesalmu
membunuh ayahanda sendiri.
sebab ku yakin
engkau benih haram
maharaja uttunggadewa.
arok,
siapa kuasa
melawan takdir?
sumpahmu pulihkan
maruah kaum brahmana.
sumpahmu sabda
bagi bumi jawa.
dikau ayahanda
para raja kelak
bertahta di jawa.
juluki dirimu
mahadewa jambudwipa.
sesungguhnya engkau
hyang caturbuja.

/2/
dedes, dedes.
perawan suci
putri mpu purwa.
dedes, dedes.
kembang desa panawija.
dedes, dedes.
tawamu renyai
bagai hujan
yang renyah.
dedes, dedes.
aku terbunuh
oleh pukaumu.
dedes, dedes.
dewata pun simpuh
tatkala suara lembutmu
senandungkan bharatayuda
dalam sansekerta.
dedes, dedes.
bidadari mana
sudi berbagi
jelita denganmu?
dedes, dedes.
gerangan apa
bersemayam di balik
celana dalammu?
dedes, dedes.
rahimmu menyimpan
rahasia bumi jawa.
dedes, dedes.
rahimmu muara
para raja.
dedes, dedes.
temurunmu laki-laki perkasa
penakluk seisi jawa dan malaya.
dedes, dedes.
adakah engkau
sesuci dulu?
dedes, dedes.
kau biarkan tubuhmu
disamun ametung.
dedes, dedes.
akan ku hitung
setiap birahi
akuwu tumapel.
dedes, dedes.
kelak ku singkirkan
setiap butir keringat
sudra hina itu
dari kulit lembutmu.
dedes, dedes.
nafsu ametung
bagai birahi
anjing pejantan
di musim kawin.
dedes, dedes.
malam pengantin kau
lalui seperti deraan
api nagabanda.
dedes, dedes.
kurebut engkau
dari tangan ametung
bersenjata lingga
yang kupesan
dari pande besi
mpu gandring.
dedes, dedes.
demi engkau,
apalah arti
kutukan lelaki tua
penyembah hyang pancagina?
dedes, dedes.
kurancang siasat ini
demi kelaminmu
nan bercahaya.
dedes, dedes.
itulah amanat brahmana
nan bijaksana.
dedes, dedes.
sememangnya takdir
dewata telah digariskan
ke atas temurun kita.
dedes, dedes.
lihatlah mereka bertikai
menumpahkan darah di bumi
jawa dengan ayunan keris
dan rapalan mantra.
dedes, dedes.
simaklah mereka
pertikaikan sesuatu:
“tak seorang pun
dibenarkan menghaki
gelar sang rajasa!”
dedes, dedes.
mereka tak pandai
menyimpan ingatan.
bahwa moyangnya
hanyalah maling kecil
dari padang karautan.
dedes, dedes.
mereka tak pandai
mengingat yang kelam.
bahwa moyangnya
hanyalah penyamun
terkutuk sebagai syiwa.

/3/
dia lelaki peragu.
berwatak raja jawa.
keturunan dedes
dan ametung.
dia lelaki peragu.
seperti moyangnya
yang ditujah arok
sambil tertawa.
lelaki setengahbaya
tengah hinggap
di dampar kencana
di pusat batavia.
lelaki jawa
percaya dialah
putra pandawa.
lelaki sederhana
lupa sejatinya
dia adalah durna.

Universiti Kebangsaan Malaysia, 16, 18, dan 24 November 2009

M. Harya Ramdhoni Julizarsyah, lahir di Surakarta, 15 Juli 1981. Staf pengajar FISIP Unila ini adalah kandidat Ph.D. Ilmu Politik, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *