Sejak Kematian Kakak

Anggoro Saronto
http://www.sinarharapan.co.id/

Sejak kematian kakakku, segalanya berubah. Bukan cuma karena ia telah benar-benar tak kembali. Tapi ada sesuatu yang terampas dari rumah ini. Sebuah nyawa. Sebuah roh yang menghidupkan seluruh bagian rumah. Kini seluruhnya seakan tak bernyawa, seperti kursi-kursi, bangku, lemari. Begitu juga dengan ayah, terlebih ibu. Mereka melakukan aktivitas tanpa bersuara. Begitu senyap. Kadang aku berpikir, jangan-jangan cuma aku yang hidup dalam rumah ini? Atau justru aku yang mati? Karena tak ada lagi yang menganggap aku ada. Continue reading “Sejak Kematian Kakak”

Perspektif Jender dalam Sastra Islam

Bagian pertama dari Dua Tulisan
BSW Adjikoesoemo *
http://dianing.wordpress.com/Republika

DEWASA ini fenomena sastra Islami, terutama fiksi Islami, kerap menjadi wacana dalam berbagai forum diskusi dan media massa. Namun, sejauh ini belum ada tulisan atau diskusi yang secara khusus menyorot tentang perspektif jender dalam sastra Islami. Pembicaraan lebih banyak menyorot fenomena, potensi pasar, dan kekuatannya sebagai wacana alternatif untuk ?menandingi? fiksi sekuler yang belakangan juga marak di Indonesia dan umumnya ditulis oleh kaum perempuan. Continue reading “Perspektif Jender dalam Sastra Islam”

Potret Buram Nasib Perempuan dalam Sastra

Bagian Terakhir Dari Dua Tulisan
BSW Adjikoesoemo
http://dianing.wordpress.com/Republika

Nasib kaum perempuan Indonesia di tengah dominasi budaya patriarkhi dapat ditelusur sejak roman Siti Nurbaya (1920) karya Marah Rusli yang terbit pada masa pra-Pujangga Baru. Menjadi representasi dari keadaan zamannya, dalam novel itu perempuan digambarkan dalam posisi yang lemah dan menjadi ?korban? kepentingan orang tua, adat, dan nafsu lelaki. Untuk melunasi hutang ayahnya, Siti Nurbaya harus menikah dengan Datuk Maringgih, lelaki tua yang sudah bau tanah. Continue reading “Potret Buram Nasib Perempuan dalam Sastra”

Personalitas Perempuan Sutradara

Tonny Trimarsanto
http://www.sinarharapan.co.id/

Preview salah satu film independen (kelompok I Sinema) karya perempuan sutradara Nan T Achnas, yang berjudul Bendera beberapa waktu lalu, menjadi salah satu momen baru dalam wajah baru perfilman nasional. Nan T Achnas yang sebelumnya menggarap film Pasir Berbisik dengan sukses komersial kecil, muncul lagi dalam panggung filmis dengan karya yang diciptakan dengan semangat independen. Continue reading “Personalitas Perempuan Sutradara”

Bahasa ยป