Sajak-Sajak Tjahjono Widarmanto

http://www.infoanda.com/Republika
ZIARAH WAKTU

berlari mengetuk jendela-jendela
jam berdetak
lantas merayap serupa belatung
aku menggigil
di antara sunyi yang merambati
tebing pantai dengan jerit camarnya
menghempas dalam terjal karangMu
angin tertawa. bersiutan.
dzikirku yang sia-sia
tersungkur di padang api

jam berdetak
tahajudku merintih
tak sanggup memaknai sujud
tak bisa kubaca alifMU
mataku buta setelah begitu lama
memeloti matahari
hingga detak itu menyeru
: kembalilah!

akupun tersungkur

Ngawi, 2006-2007

KUSERU ENGKAU
DENGAN SEGALA SUARA

kuseru Engkau dengan segala suara
Segala gairah api
dengan lengking laut dan diamnya hutan,
mengabarkan kepedihan sekaligus harapan
menunggu sebuah tawaran

kuseru Engkau dan segenap suara
biarkan aku hangus dalam nyalaMu
gairah pertemuan yang abadi

maka dalam nadiku berbiak rahmadMu
kubiarkan tumbuh jadi langit yang baru
menjadi kompas mata anginku
tempat segala kesadaran menemukan gurunya
persinggahan tempat pertemuan Kita

Sebuah Jumat, 2007

REQUIM HUJAN

saban gerimis tiba
Kau selalu berkata
segala waktu segera rapuh,
tangis tak lagi mampu memberi arti
segalanya jadi buta
sesuram lorong gua manusia purba

saban gerimis tiba
Kau selalu ingatkan
kalian musyafir yang berangkat tua
melangkah gontai seperti seekor unta
terengah-engah seberangi jazirah-jazirah,
terkantuk-kantuk tapaki jalan-jalan rumpil,
penuh berserak batu dan duri.

inilah tempat yang harus
kalian tuju! hardikMu

(jariMu menuding ke atas cakrawala
entah melihat ketinggian apa)

inilah tempat terakhir meletakkan sujud
isak penghabisan, dan secuil kenangan
barangkali bisa menjadi legenda buat anak cucu
yang kelak akan segera mewarisi tangis yang serupa

gerimis pun lebat
tak hanya saat senja
namun juga saban pagi
memaksa semuanya
segera bersedekap jari

Ngawi, 2006/2007

Tjahjono Widarmanto lahir di Ngawi, 18 April 1969. Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Surabaya ini menyelesaikan studi pasca-sarjananya di bidang linguistik dan kesusastraan pada tahun 2006. Banyak menulis puisi, esai sastra, kebudayaan, sosial, dan pendidikan, yang dipublikasikan di berbagai media massa. Buku kumpulan sajaknya yang telah terbit, antara lain Di Pusat Pusaran Angin (1997), Kubur Penyair (2002), dan Kitab Kelahiran (2003).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *