Sardono W. Kusumo: Membumikan Kembali Tari Tradisi

Sal Murgiyanto
http://majalah.tempointeraktif.com/

Pada suatu hari di bulan Mei. France Soir, salah satu harian terkemuka di Prancis, menulis sukses dua orang pemuda Jawa. Penari Sentot dan Sardono, yang sedang berada di Paris, setengah tidak percaya membaca ocehan kritikus Jacqueline Cartier, yang tampak tidak dapat menahan dirinya untuk memuji. Hanya sesudah harian terpercaya yang bernama Le Monde dan kemudian disusul oleh harian Le Figaro meniup balon yang sama, berita itu menjadi kukuh dan merasuk menjadi semacam kebanggaan nasional”
(“Pembaharuan Tanpa Konfrontasi”, laporan utama Tempo, 23 Februari 1974) Continue reading “Sardono W. Kusumo: Membumikan Kembali Tari Tradisi”

Para Perempuan Perkasa

Y. Thendra BP
http://langit-puisi.blogspot.com/

Perempuan-perempuan perkasa yang membawa bakul di pagi buta, siapakah mereka
mereka ialah ibu-ibu berhati baja, perempuan-perempuan perkasa
akar-akar yang melata dari tanah perbukitan turun ke kota
mereka : cinta kasih yang bergerak menghidupi desa demi desa

(Perempuan-perempuan Perkasa, Hartoyo Andangjaya) Continue reading “Para Perempuan Perkasa”

Cerita Menyentuh dari Nenekku

Raudal Tanjung Banua
korantempo.com

DALAM rangkaian cerita kecil yang kusampaikan dengan cara mencicil, baru sekarang nenek kusebut. Ini mungkin tidak lazim. Biasanya, neneklah rujukan cerita banyak orang, terlebih menyangkut keselamatan dunia-akhirat. Tapi bukan salah nenek berkisah kalau ceritaku terdahulu merujuk ibu dan ayah, wabah, bahkan pohon dan belukar masa kecilku. Lalu kusiapkan cerita campur-aduk dari pamanku dan cerita kecil dunia anakku. Aih, ternyata dunia semata pijakanku! Alangkah picik. Tapi tidak. Sebab tak kutahu setinggi ini haruku pada nenek, sehingga ceritanya mesti kutempatkan setelah yang lain-lain lewat, setelah benda-benda simbol dunia hilang sempat. Tinggal rida. Rida semata mengenangnya?. Continue reading “Cerita Menyentuh dari Nenekku”

Tio na Tonggi

Hasan Al Banna
http://www.korantempo.com/

LEGENDA Pitta Bargot Nauli! Bagaimana bisa Tio merontokkan sepahatan cerita itu dari dinding benaknya? Bayangkan, tak terbilang jumlah malam yang dihabiskan Tio untuk tekun menyimak Bapaknya bercerita. Sebelum berakhir, jangan harap Tio hanyut ke sungai lelap, lalu tenggelam ke kedalaman dekap Bapaknya. Continue reading “Tio na Tonggi”

Bahasa ยป