Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya

Kurniawan, Ahmad Rafiq, Anwar Siswadi
majalah.tempointeraktif.com

MATA kecilnya terpejam di balik kacamata silindris empat. Bocah perempuan berambut ikal itu sedang berkonsentrasi penuh. Sesaat kemudian, kata-kata meluncur lancar dari bibir mungilnya. “Bangun! Bangun, anakku! Sudah waktunya kau menatap dunia. Lihatlah dan arungi kehidupan. Menjalani takdirmu sebagai ayam. Keluarlah!” teriaknya. Continue reading “Sebuah Mimbar untuk Putu Wijaya”

Merayakan Putu Wijaya

Ahmad Rafiq
korantempo.com

Sekitar 35 dramawan dan kelompok teater tampil dalam Mimbar Teater Indonesia di Surakarta. Mengurai jejak kekaryaan Putu Wijaya.

Pentas yang sangat minimalis, sangat kental, terasa dalam pementasan monolog Syamsul Fajri Nurawat dalam Mimbar Teater Indonesia di Taman Budaya Jawa Tengah, Surakarta, Kamis malam lalu. Dia membawakan monolog Zetan karya Putu Wijaya. Continue reading “Merayakan Putu Wijaya”

Hari ketiga Mimbar Teater Indonesia 2010

Kala rakyat kecil dilarang kaya
Farida Trisnaningtyas
http://edisicetak.solopos.co.id/

Lelaki berbaju merah itu seakan duduk di bangku pesakitan dalam sebuah pengadilan.

Ia didakwa melakukan pembunuhan terhadap seseorang di jalan raya dengan menggunakan celurit. ?Salah dia, kenapa melintas saat keinginan saya untuk membunuh itu muncul,? kata terdakwa membela diri. Tertuduh geram melihat mobil yang ditumpangi korban. Mobil-mobil yang banyak berseliweran di jalan itu menurutnya berasal dari uang rakyat dan hutang luar negeri. Continue reading “Hari ketiga Mimbar Teater Indonesia 2010”

Hamlet Tak Perlu Serius

Aguslia Hidayah
http://www.tempointeraktif.com/

Badut pendek berwajah tua dan menjinjing koper lusuh itu ngotot ingin jadi Hamlet. Popo, nama badut itu, merasa pantas jadi sang tokoh utama dan meminta dukungan penonton. “Hei, ayolah, betapa susahnya datang dari Bombay ke Jakarta. Dikit-dikit macet, dikit-dikit no parking,” keluhnya lantang. Apa mau dikata, penonton setuju, maka akhirnya ia pun terpilih. Continue reading “Hamlet Tak Perlu Serius”

Bahasa ยป