Kekuatan Karya Sastra; Mengurai Keterkaitan Karya Sastra dan Perubahan Masyarakat

Aang Fatihul Islam *

Karya sastra merupakan letupan puing-puing mahakarya yang dieksekusi lewat suara- suara masyarakat. Barangkali itu merupakan ungkapan yang tepat untuk mengapresiasi kekaguman saya pada karya sastra. Ketika banyak digembor-gemborkan istilah agen perubahan (agen of change) di tengah-tengah Mahasiswa dari zaman orde lama hingga kini, maka saya disini ingin menguak sebuah agen of change yang berkaitan dengan karya sastra. Continue reading “Kekuatan Karya Sastra; Mengurai Keterkaitan Karya Sastra dan Perubahan Masyarakat”

Layung Sore

Musyafak Timur Banua
http://www.lampungpost.com/

ORANG-orang sedusun sudah menebak Gandari bakal mati digerogoti penyakit mematikan itu. Kanker rahim. Ya, tumor ganas yang hampir tak dikenali orang-orang Dusun Sumurup. Mereka hanya tahu dari mulut ke mulut bahwa penyakit itu amat ganas dan bisa membunuh tuannya sewaktu-waktu.

Sebelum seorang dokter rumah sakit Kota Glagahwangi menerangkan Gandari mengidap kanker rahim, orang-orang Sumurup mengira perut besar perempuan beranak lima itu kena santet, teluh, atau sejenisnya. Selama ini orang Sumurup hanya kenal dua jenis penyakit mematikan, yakni pagebluk dan santet. Continue reading “Layung Sore”

Menyigi Sisi Humanisme Sebuah Penaklukan

Judul buku : Hari-Hari Terakhir Bangsa Inca
Penulis : Kim Mac Quarrie
Penerbit : Elex Media Komputindo
Cetakan : 2010
Tebal : 583 halaman
Peresensi : Sekar Sari Indah Cahyani
lampungpost.com

HARI itu, 24 Juli 1911. Hiram Bingham, seorang penjelajah. Usianya waktu itu tiga puluh lima tahun. Tubuhnya kurus kering. Tangannya menapaki lereng terjal Pegunungan Andes. Di sisi timur pegunungan di Amerika Latin itu, ia menyibak sebuah sejarah yang ranum dibicarakan banyak orang. Tentang kisah Kekaisaran Inca. Continue reading “Menyigi Sisi Humanisme Sebuah Penaklukan”

Bahasa ยป