Sastra Melayu Tionghoa Mencari Pengakuan

KESUSASTRAAN Melayu-Tionghoa adalah tonggak sejarah yang terlupakan di Nusantara.
Satriani
http://www.ujungpandangekspres.com/

Selama nyaris seabad (1870-1960) dihasilkan tidak kurang dari 3.005 karya sastra dengan melibatkan 806 penulis yang jauh melampaui jumlah karya dan penulis dalam sastra Indonesia Modern. Karya sastra Melayu-Tionghoa merupakan refleksi kritis terhadap dinamika yang terjadi semasa puncak Pax Neerlandica (masa keemasan penjajahan Belanda-Red) dan beberapa dekade awal kemerdekaan Indonesia. Continue reading “Sastra Melayu Tionghoa Mencari Pengakuan”

Tentang Ubud yang Eksoktik dan Keterasingan yang Unik

Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) 2010

Hary B Kori’un
riaupos.com

“Kami sangat bahagia, dari tahun ke tahun penyelenggaran festival ini semakin membaik dan diminati banyak penulis maupun pecinta sastra. Kami juga sangat senang, Ubud, juga Bali, kini telah kembali pulih, menjadi salah satu tujuan wisata dunia, setelah tragedi bom yang mengenaskan pada Oktober 2003. Kami bahagia, festival ini bisa diadakan setiap tahun dan kami terus berupaya melakukan perubahan menuju perbaikan.” Continue reading “Tentang Ubud yang Eksoktik dan Keterasingan yang Unik”

Dari Puisi Mantra ke Kursi Presiden Penyair

Murparsaulian
riaupos.com

Kepiawaiannya meramu kata telah menghipnotis, tidak hanya mahluk sastra, namun juga penikmat dan pemerhati sastra di tanah air bahkan dunia.

Di tangannya kata-kata menjadi wangi dan ranggi. Pada momen Anugerah Sagang ke-15 tahun ini, Yayasan Sagang memberikan anugerah khusus Sagang Kencana kepada presiden penyair ini. Continue reading “Dari Puisi Mantra ke Kursi Presiden Penyair”

Bahasa ยป