S. Yoga
balipost.co.id
Senja itu, seperti senja-senja yang lain; senja di masa lalu, dan mungkin senja di masa depan, temaram merah, dengan ufuk-ufuk pancaran langit yang cerah di sisi atasnya, di sisi bawahnya seperti bara api yang tersulut dari kegelapan bumi. Mengingatkan si bocah akan tungku perapian di dapur nenek, seiring terbayang kaki nenek yang telanjang di dekatkan di perapian, seolah denyut darah tak mau lagi memanasi sekujur tubuhnya, sehingga perlu penopang dari energi panas yang lain. Tentu karena seorang nenek pasti sudah tua. Continue reading “Dalam Gelap tanpa Cahaya Bulan dan Bintang”
