Membumikan Kembali Ide Sastra Kontekstual (I)

Dad Murniah *
Republika, 4 Nov 2007

INGATKAH Anda dengan gagasan sastra kontekstual yang dilontarkan Arief Budiman? Arief memang dikenal dengan pandangan-pandangannya yang sangat kritis. Ia tidak hanya menggugat universalitas sosiologi dan ekonomi-politik, tapi juga sastra. Terhadap sastra universal yang dianut oleh para sastrawan utama sampai 1980-an, ia memperkenalkan sastra kontekstual, yang ia gelorakan dalam berbagai diskusi. Continue reading “Membumikan Kembali Ide Sastra Kontekstual (I)”

Cacatan Lomba Resensi Buku Sastra

dalam Rangka Bulan Bahasa di Kota Malang
Denny Mizhar*

Sehabis mengantarkan murid-murid saya ikut lomba yang diadakan perkumpulan guru bahasa dan sastra Indonesia SMA/SMK/MA se-kota Malang pada hari selasa tanggal 2 November 2010. Acara tersebut di buka oleh sekertaris Diknas Kota Malang, dengan mengatakan pentingnya lomba dan mempertahankan bahasa Indonesia. Sehabis itu kepala sekolah SMAK Albertus juga memberikan pidatonya tentang pentingnya bahasa sebagi identitas, karena pada akhir-kahir ini banyaknya pengrusakan pada bahasa Indonesia. Continue reading “Cacatan Lomba Resensi Buku Sastra”

Maha Karya Sastra di Bumi Majapahit

Sabrank Suparno

1. Buku Sastra Raksasa

Ruang sastra, yang turut membentuk berlangsungnya kebudayaan pasti mengalami titik klimaks dan titik nisbi. Kapan sastra berkulminasi, ia akan mendominasi kadar warna kebudayaan pada suatu komunitas atau negara. Sebaliknya sastra pada titik nisbi, cenderung termarginalkan kekuasaan dan hanya menjadi keranjang luapan keluh bagi pecintanya. Continue reading “Maha Karya Sastra di Bumi Majapahit”

Angkatan Baru Milenium, Sebuah Sejarah Baru Sastra?

Hendra Junaedi *
radarmojokerto.co.id

Bila Chairil Anwar menyatakan: yang bukan penyair tidak boleh berpuisi. Maka melalui mukadimah ini kami menyeru; semua orang boleh menjadi penyair! Apakah dia tukang becak, pemulung, gelandangan, pengamen, buruh, ibu rumah tangga, anak-anak sekolah, mahasiswa, guru, anggota TNI, sarjana, pejabat, legislative, menteri bahkan presiden atau wakil presiden, yang penting jujur. Sebab kejujuran adalah inti etika dan estetika. Demikian puisi benterang kami kumandangkan.

Bogor-Bandung, Medio Maret 2009
Anton De Sumartana, Atasi Amin, Matdon Continue reading “Angkatan Baru Milenium, Sebuah Sejarah Baru Sastra?”

Bahasa ยป