FRANKENSTEIN, Teori dan Inspirasi

Evin Bakara
http://korannias.wordpress.com/

“Sosok monster ini dihidupkan oleh Dr Victor Frankenstein. Seorang mahasiswa kedokteran yang melakukan eksperimen terlarang untuk membuktikan bahwa manusia bisa diciptakan dengan teknologi dan pemahaman mendalam akan ilmu kedokteran.”

Semua berawal dari keingintahuan, rasa penasaran, dan antusiasme masa muda akan ilmu pengetahuan. Terkejut melihat eksperimen profesornya, ia pun tergerak untuk menyempurnakan. Dr Victor Frankenstein pun terobsesi pada upaya untuk menciptakan sosok manusia sempurna. Continue reading “FRANKENSTEIN, Teori dan Inspirasi”

MINGGU PAGI Melahirkan Sastrawan Indonesia

Masdharmadji
http://www.kr.co.id/

TANYAKAN kepada sastrawan-sastrawan besar Indonesia saat ini (terutama yang masih sugeng), dari ?rahim? siapakah mereka dilahirkan sebagai sastrawan? Jawaban agaknya akan segera diteriakkan: MINGGU PAGI.

Minggu Pagi? Ya, Minggu Pagi, majalah lokal asal Yogyakarta yang eksistensinya hingga kini tetap diperhitungkan oleh, tidak hanya orang awam, namun juga para intelektual. Continue reading “MINGGU PAGI Melahirkan Sastrawan Indonesia”

Fenomena Sastrawan Jalanan

Reiny Dwinanda
http://www.infoanda.com/Republika

Saat menumpang kendaraan umum, pernahkan Anda mendapati sesosok pengamen puisi yang menjadikan bis ataupun kereta api sebagai panggung tempatnya beraksi? Di Jakarta, kehadiran sastrawan di jalanan sudah menjadi fenomena tersendiri. Mereka seolah muncul menemani kiprah musikus yang berpentas di jalanan. Continue reading “Fenomena Sastrawan Jalanan”

Belajar Pada Semangat Dudevant

Iskandar Norman
http://blog.harian-aceh.com/

Ia wanita yang mencoba jadi penulis, namun dikenal sebagai ?pria? produktif dalam berkaya. Menanggalkan identitas ketika menjadi wanita penulis dianggap tak beruntung dalam dominasi kaum pria.

Aurore Dupin Dudevant, benar-benar menikmati perannya sebagai penulis ?pria? di balik keasliannya sebagai wanita. Keinginannya untuk jadi penulis sangat besar. Ia rela meninggalkan suami dan keluarganya di sebuah kota kecil dengan pindah ke Paris pada tahun 1831. Continue reading “Belajar Pada Semangat Dudevant”

Bagaimana Sastrawan Menyikapi Antologi Sastra?

(Catatan untuk S. Sinansari ecip dan Aspar Paturusi)
Jamal D. Rahman *
http://www.infoanda.com/ korantempo.com

Dari beberapa kritik terhadap antologi Horison Sastra Indonesia, yang pantas saya tanggapi sejauh ini hanya tanggapan S. Sinansari ecip (Koran Tempo, 26/1) dan Aspar Paturusi (Koran Tempo, 18/2), dengan memberikan penghargaan kepada Purhendi atas tulisannya di Republika (10/2), terutama karena ecip dan Aspar adalah sastrawan yang tak diragukan. Pada mereka saya melihat celah untuk diskusi lanjutan yang lebih produktif, khususnya menyangkut pandangan dan sikap sastrawan terhadap sebuah antologi sastra yang berwibawa–tanpa harus melarikan diri dari pokok masalah yang mereka persoalkan. Continue reading “Bagaimana Sastrawan Menyikapi Antologi Sastra?”

Bahasa ยป