Bianglala Cinta
Awal bersua dara jelita
Meluah rasa bahagia semata
Jiwa jiwa menembang asmara
Bercarita dewa dewi swargaloka
Hamba lihat membatas cakrawala
Bahana petir merejam rasa
Kulepas dara terbawa bayu
Sepuluh jari kulambai kaku
Duhai engkau Tuhan Sang Kholiq
Kenapa jua tercipta duka
Saat asmara merenda suka
Terbelah jiwa sembilu rasa
Pada kekasih nun jauh di mata
Surya berkabut berselendang mega
Menggumpal awan legam mustika
Kurentang gendewa, kupupus nestapa
Kini, kupetakpetak rasa gulana
Ku suluh kenang, ada segala
Padamu Tuhan Sang Kholiq
Di kanvas langit kulukis bianglala
lifespirit’08
SEROJA
Terbang setinggi burung melayang
bernyanyi riang berdecak kenang
bertatap mata bersayang-sayang
selayang pandang cinta terbayang
Lambai lambai indah dunia
bersama pujaan adanya suka
berharap harap asa sejiwa
lantunkan syair puisi bujangga
Duhai jelita bibir delima
terbuai aku indah seroja
putih suci memekar bunga
licinnya daun terkecup tirta
Jangan paksa lengguh asmara
tubalah nanti segala ada
bila hasrat meriak, bergelora
biar kugulat tubuhmu dengan tauziah; cinta
lifespirit ?08
Bersamamu
Berjalan-jalan di taman bidadari,
kudengar segala riang bernyanyi,
dengan lembut kuhampiri dirimu,
sepenuh harap kugandeng tanganmu.
Suka suka berlatar pelangi,
indah nian warna warni,
oi, kutatap mesra merona pipimu,
berlapis senyum tersipu malu.
Bagai bunga musim semi,
merekah harum di taman hati,
segala duka pergi menepi,
kala sejoli riang menari.
Duhai Tuhan pemantik mimpi,
saat dua jiwa menyatu ada,
betapa hidup kian berarti,
terpindai makna indahnya syurga.
lifespirit ?09
