Puisi-Puisi Beni Setia

http://www.kr.co.id/24 May 2003
PENGUNGSI

kami ini barisan
achordeon dada
dengan paru-paru separuh

rompi zirah indian
jajaran bilah rusuk
setiap saat didera cuaca

warga kusta yang senantiasa
terengah-engah. lelah
membongkar tumpukan sampah

kami ini pewaris
persatuan kusta
di negara cacing pita.

ORGASMOLAND

aku mengenang soreang
seperti mencintai
surabaya, di mana
istri lahir dan kami merayakan kawin

aku mencintai surabaya
seperti aku memuja
caruban, di mana anak
digejalakan di dalam rahim dan lahir

aku memuja caruban
seperti mengenang
seorang di mana ibu
membuka pintu rahim dan aku hadir
dari kota ke kota
merentang cinta
sebelum aku telentang dalam
lahat kepayang mabuk kenangan

LAGU SIUL

bila tidak bersiul
barangkali kami
sudah lama mati. kaku

karena anak terus makan
minta jajan, uang sekolah
dan satu saat minta kawin. pesta

dan bila tidak belajar
bersiul: akan jadi apa
dengan berteriak dan berontak?

seperti sebuah lagu, aku
akan bersiul sampai
tembok runtuh dan indonesia tumbuh

dan bila bersiul
terus. lama-lama
aku jadi prongos dan kurus

12/3. 2003

KRONIK

simpan sperma kalian
sebelum pergi
perang ke babilonia

dan tentara remaja amerika
menyelinap. serentak
masturbasi mengumpulkan sperma

ada yang sesuai program kb
seujung sendok teh,
yang kemaruk separuh botol bir

lalu rebahan di bibir
fatamorgana menulis
wasiat: perang ini pasti membunuh ayah

kenapa tidak ikut demontrasi amti-perang
berseru: jr, bila tak bisa ?mresiden lagi
?ngapain mesti ?nggulingkan saddam hussein?

sementara saddam hussein
dengan kloning
menjadi berjuta — membelah diri

menyuruk ke palestina, mengecambah
di timur tengah, lalu menyelinap
dan memasang bom di kota-kota amerika

masturbasi tak henti-henti
kloning agar tak mati
tahukah akan perang a la dolly yang asyik?

make love not war — atawa
jaga kebersihan alat kelamin
dan tingkatkan produk kondom dunia.