Empat Potong Warahan Batu

Muhammad Amin
http://www.lampungpost.com/

MARI kukisahkan kembali beberapa potong cerita tentang batu. Cerita-cerita ini tercecer begitu saja di lepau atau kedai tuak Wa Isah sebelum kusampaikan lagi kepadamu. Cerita yang kupunguti satu per satu dari mulut kawan yang menyeracau sambil tersedak. Kebiasaan yang tak pernah kita lupakan: mangkal di kedai tuak sembari menunggu Abdul Manan, si tukang cerita itu menyampaikan warahan yang memikat. Continue reading “Empat Potong Warahan Batu”

Mata Pencerita

Aida Radar
http://www.lampungpost.com/

TAK ada yang tahu siapa laki-laki tua itu. Dari mana dia berasal dan mengapa dia bisa berada di kampung ini. Orang-orang dewasa di kampung menyebutnya si tua misterius. Sementara anak-anak meneriakinya “O…rang gila…!” Maka, tiada bayangan jejaknya yang bisa kutelusuri. Hanya satu informasi bahwa ia terlihat di kampung sehari sebelum aku mudik dari tempat studi di Kota Daeng*. Continue reading “Mata Pencerita”

‘Kumbang Bi’, Kembang Kenangan

Elly Dharmawanti
http://www.lampungpost.com/

INI bunga masa kecilku. Serupa terompet mungil merah dan putih bergelantungan. Bunga dengan tangkai dan batang yang hijau. Bijinya apabila sudah matang akan berwarna kehitam-hitaman. Orang-orang ada yang menyebut bunga pukul empat, karena sekitar pukul empat itulah ramai kuncup bunga akan bermekaran. Kami namai ia kumbang dibi, bunga sore hari. Continue reading “‘Kumbang Bi’, Kembang Kenangan”

Bahasa »