Sebuah ‘Jembatan’ Bernama Chicklit

F. Dewi Ria Utari
http://majalah.tempointeraktif.com/

Sebuah menara bernama Eiffel. Seorang gadis manja. Seorang pria remaja yang jatuh cinta. Siapa yang tak ingin menjelma menjadi mereka? Rahma Arunita membuat para remaja (perempuan) bersedekap dengan novel Eiffel, I’m in Love dengan rumusan yang sebetulnya sudah lama kita kenal: remaja perempuan yang dirundung cinta, lantas datang seorang lelaki yang semula tampak menyebalkan. Konflik kecil-kecilan yang akan berakhir dengan ciuman (atau paling tidak pelukan atau tiga kata penting itu). Continue reading “Sebuah ‘Jembatan’ Bernama Chicklit”

Andrea Hirata, Bubin Lantang & Bandar Lampung

Agusri Junaidi

Betapa intensnya saat ini penulis-penulis novel berbakat di luar sana melahirkan karya-karya yang bombastis dan mudah diterima pasar.

Sambutan atas karya-karya mereka sangat antusias, mungkin tingkat kegemaran masyarakat untuk membaca makin baik atau kemampuan membeli buku yang meningkat. Yang pasti, menelisik apa yang menjadi point interes dalam cerita mereka akan membawa kita lebih memahami mereka sebagai individu yang lahir, besar, tercerahkan dan membagi ceritanya pada sesama anak bangsa. Dalam cerita-cerita itu juga tersimpan pesan moral dan juga berbagai kemungkinan, tentang esok yang lebih baik. Continue reading “Andrea Hirata, Bubin Lantang & Bandar Lampung”

PETI MATI

Saut Situmorang

Aku sedang tidur lelap waktu tiba-tiba suara bel pintu mengagetkanku. Pukimak! makiku, terseok-seok jalan ke pintu. Dengan kepala masih setengah tidur aku buka kunci pintu dan ternyata tak ada orang! Aku keluar dan tetap tak ada orang di situ. Bangsat! Setan alas begu ganjang mana pula ini yang berani mengganggu tidurku pagi-pagi begini! Continue reading “PETI MATI”

Elegi untuk Penyair Tradisi

Asarpin

Di Lampung, tak banyak yang pantas disebut penyair tradisi. Dari yang tidak banyak itu, sebutlah seorang perempuan. Usianya sudah lebih setengah abad, tapi semangat dan suaranya tak pernah renta. Pernah pada suatu hari seorang teman bertanya: apa yang penting dari penyair tradisi di hari ini?

Seingatku aku tak pernah menjawab. Baru sekaranglah saya tertarik memberi komentar atas pertanyaan itu lewat telisik semi cerita ini. Continue reading “Elegi untuk Penyair Tradisi”

Peluncuran Buku: Sebuah Ruang Jeda Inggit

Zulkarnain Zubairi
Lampung Post, 28 Maret 2010

Tidaklah mudah menafsir sajak-sajak Inggit Putria Marga yang terhimpun dalam Penyeret Babi (Anahata, Bandar Lampung, 2010). Puisi Penyeret Babi yang kemudian menjadi judul kumpulan sajak perdana Inggit pun menjadi sebuah ambiguitas tersendiri.

Menurut penyair Ahmad Yulden Erwin, yang menjadi pembahas bersama Iswadi Pratama dalam peluncuran buku ini di Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) Universitas Lampung, Sabtu (27-3) malam, judul yang sebenarnya biasa saja. “Nggak aneh, tetapi menarik,” kata Erwin. Continue reading “Peluncuran Buku: Sebuah Ruang Jeda Inggit”

Bahasa ยป