Menjaga Hening

Pablo Neruda
Terjemahan bebas: Alit S. Rini
http://www.balipost.co.id/

Kini kita akan menghitung waktu
ke puncak malam
dan berhenti sejenak di sana
untuk sekali memandang wajah bumi
tanpa suara dalam bahasa apa pun
berhenti sejenak saja
membiarkan tubuh
tak banyak bergerak

akan tiba saat yang menakjubkan
tanpa riuh, tanpa deru mesin-mesin
kita berada dalam kebersamaan
dalam keterasingan yang tiba-tiba

Para nelayan di lautan dingin
takkan melukai ikan-ikan paus
dan lelaki pencari garam
memandangi tangannya
yang terluka

Mereka yang mempersiapkan perang hijau,
peperangan dengan gas,
peperangan dengan api,
kemenangan tanpa pemenang,

akan meletakkan baju-baju bersih
dan akan melangkah bersama para saudara
di dalam bayang-bayang,
tak melakukan apa pun

Apa yang kuinginkan
tak seharusnya membingkungkan
Kehidupan seperti ini:
Aku ingin tidak ada truk dengan kematian.

Jika kita tidak tulus ikhlas
untuk menjaga kehidupan kita
yang terus bergerak,
dan sekali saja tak melakukan apa pun,
mungkin keheningan yang maha besar
mungkin akan menyela kesedihan ini
yang tak pernah memahami diri sendiri
dan mengancam diri kita
dengan kematian.
Barangkali bumi bisa mengajarkan kita
seperti ketika segalanya seakan mati
dan kemudian terbukti hidup.

Kini kuakan menghitung waktu
ke puncak malam,
dan kau tertinggal menjauh
danaku melangkah pergi

Catatan:
Pablo Neruda ‘Exttravagario’-1958 (Extravagaria by Alstair Reid-1972)
Pablo Neruda (1904-1973) adalah penyair Chile Amerika Latin, pemenang Nobel Sastra 1971
sumber: http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberitaminggu&kid=18&id=49604