Maria Hartiningsih
Kompas, 23 Sep 2007
Narrowly constructed, the present is never and always. It is here and gone with the tick of the clock, then here again.
(Michael T Isenberg, Puzzles to the Past: An Introduction to Thinking about History, 1985)
Banyak orang tunduk pada waktu, tetapi tidak begitu halnya dengan Sindhunata. Dalam novelnya terbaru, Putri Cina, Sindhunata meletakkan masa lalu di dalam masa kini, membuat waktu tak berkerangka, tak punya ruang; bahkan ruang dan waktu tiada, ketika keduanya melebur ke dalam peristiwa. Continue reading “Pergumulan Menguakkan Identitas”
