Bulan Kertas

Salamet Wahedi *
tabloid Memo edisi 121

Di awal pagi yang cerah, Amoi termenung. Pak pos baru saja berlalu. Bayangan kemeja orangenya begitu lekat dalam ingatannya. Dari juru alamat inilah, Amoi menerima bungkusan-bungkusan mungil. Bungkusan kotak berukuran 20 cm persegi.

Di pagi yang cerah tak berkabut ini, kembali Amoi menerima bungkusan bersampul pink. Ini merupakan bungkusan kedua puluh yang diterimanya. Tapi sampai detik ini, pengirim kotak mungil itu, masih bersembunyi di kotak lain: kotak rahasia!
“Jangan pernah bertanya tentag aku” Continue reading “Bulan Kertas”

Bahasa »