S Prasetyo Utomo*
Kompas, 29 April 2007
Agak berlebihan ketika Sapardi Djoko Damono mengatakan, masa depan novel (sastra) Indonesia terletak di tangan perempuan pengarang kita. Memang benar, Sapardi Djoko Damono cukup beralasan mengemukakan pendapat ini karena beberapa fenomena. Pertama, bermunculan perempuan pengarang Indonesia yang sangat serius melakukan eksplorasi gaya bercerita. Kedua, berkembang industrialisasi kapitalistik yang sangat bergairah memasarkan teks-teks sastra karya perempuan pengarang kita. Continue reading “Cakrawala Sastra, Tanpa Jender”
