Cakrawala Sastra, Tanpa Jender

S Prasetyo Utomo*
Kompas, 29 April 2007

Agak berlebihan ketika Sapardi Djoko Damono mengatakan, masa depan novel (sastra) Indonesia terletak di tangan perempuan pengarang kita. Memang benar, Sapardi Djoko Damono cukup beralasan mengemukakan pendapat ini karena beberapa fenomena. Pertama, bermunculan perempuan pengarang Indonesia yang sangat serius melakukan eksplorasi gaya bercerita. Kedua, berkembang industrialisasi kapitalistik yang sangat bergairah memasarkan teks-teks sastra karya perempuan pengarang kita. Continue reading “Cakrawala Sastra, Tanpa Jender”

Sterilisasi Bahasa

Acep Iwan Saidi*
Pikiran Rakyat, 5 Mei 2007

ESAI saya bertajuk “Matinya Bahasa Sunda” yang dimuat pada lembar budaya ini (Khazanah, 17/02/2007) mendapat banyak tanggapan meskipun tidak dalam bentuk tulisan di media. Dari semua tanggapan itu bisa disimpulkan bahwa tulisan tersebut disikapi secara mendua: diterima, tetapi sekaligus dipersoalkan. Oleh sebab itu, kiranya perlu sekali lagi ditegaskan apa yang saya pikirkan tentang bahasa Sunda tersebut. Continue reading “Sterilisasi Bahasa”

Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo

Isyana Artharini
Media Indonesia, 6 Mei 2007

PADA perayaan ulang tahun ke-65, Dawam Rahardjo keluar dari ruang kesepiannya setelah teman-teman lama menjauhinya. Mengenakan peci hitam dan setelan jas abu-abu, ia menyambangi teman-teman barunya.

Ulang tahun Dawam dirayakan bersamaan dengan peluncuran buku berjudul Demi Toleransi, Demi Pluralisme, di aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta, Jumat (4/5) malam. Continue reading “Pluralisme: Hidup Damai Milik Dawam Rahardjo”

Saya di Mata Sebagian Orang

Djenar Maesa Ayu

Sebagian orang menganggap saya munafik. Sebagian lagi menganggap saya pembual. Sebagian lagi menganggap saya sok gagah. Sebagian lagi menganggap saya sakit jiwa. Sebagian lagi menganggap saya murahan!

Padahal saya tidak pernah merasa munafik. Tidak pernah merasa membual. Tidak pernah merasa sok gagah. Tidak pernah merasa sakit jiwa. Tidak pernah merasa murahan! Continue reading “Saya di Mata Sebagian Orang”

Bahasa »