Pengikut Sesat Sang Penyair

D. Dudu AR
nasional.kompas.com

Puisi atau sajak adalah kumpulan larik, bait, syair yang ditulis dari renungan penyair. Pengalaman hidup seorang penyair dikontemplasikan sebagai bahan atau endapan yang kemudian ditulis dalam bentuk karya sastra puisi atau sajak. Banyak kata-kata indah, pilu, miris, berontak, dan gundah menghiasi puisi atau sajak. Tidak mudah mewujudkan kata-kata bermetafora dalam sebuah puisi, perlu proses dan perenungan untuk mengungkapkannya, sehingga menghasilkan puisi yang mapan, terutama bagi para pemula. Continue reading “Pengikut Sesat Sang Penyair”

Puisi “Kepada Tirani Dunia” Mengobarkan Revolusi Arab

Ragile
http://www.kompasiana.com/ragile

Gemar bersyair-ria sejak jaman batu orang Arab merasa tak lengkap bila tak mengiringi jerit revolusi 2011 dengan sebuah puisi. Kali ini sebuah puisi patriotik karya penyair Tunisia bernama Abu Al-Qasim Al-Shabbi (1909-1934). Sebuah puisi bertenaga layaknya karya-karya penyair legendaris Indonesia Chairil Anwar dan WS Rendra. Aslinya berjudul “Ala thoghut al alam” (Kepada Tirani Dunia), dikumandangkan di jalan-jalan oleh demonstran bersama kobaran api Revolusi Arab 2011 di Tunisia dan Mesir. Berisi sindiran kepada penguasa lalim dan ancaman untuk menenggelamkan mereka. Continue reading “Puisi “Kepada Tirani Dunia” Mengobarkan Revolusi Arab”

Masyarakat Gagap Aksara

Welly Adi Tirta
http://www.lampungpost.com/

Mungkin tidak banyak yang mengetahui kalau tanggal 8 September yang lalu adalah Hari Aksara. Hari itu dimaksudkan untuk menggelorakan minat membaca di masyarakat. Namun, dari beragam data dan fakta, minat masyarakat kita untuk membaca memang rendah. Hal ini tentu saja diakibatkan oleh daya beli masyarakat terhadap buku yang rendah. Membeli buku masih merupakah aktivitas yang “mewah”. Continue reading “Masyarakat Gagap Aksara”

Media dan Jurnalisme Warga

Selvi Diana Meilinda
http://www.lampungpost.com/

Baru-baru ini saya langsung didatangi pimpinan cabang sebuah bank BUMN ternama di Indonesia beserta pihak terkait lainnya. Mereka datang untuk mengucapkan permohonan maaf sekaligur terima kasih atas reportase pelayanannya yang saya tulis di blog Kompasiana. Reportase itu sama sekali tidak saya rencanakan, hanya kebetulan kejadian berlangsung dan saya ada di tempat kejadian. Continue reading “Media dan Jurnalisme Warga”

Fortifikasi Keheningan

Sungging Raga
http://www.lampungpost.com/

AKU memasuki sebuah lorong panjang. Sebuah lorong yang menjadi semacam pembatas antara masa lalu dan masa depan.

Kulangkahkan kaki bersama segenap ingatanku akan kehidupan yang berjalan ke belakang. Aku baru menyadari, ternyata usia memiliki kaki yang bergerak mundur, menghitung waktu untuk terjatuh ke dalam sebuah jurang tanpa harus melihat. Dan lebih baik aku melangkah ke depan, tentu aku sudah lupa sejak kapan aku terjebak di sini. Continue reading “Fortifikasi Keheningan”

Bahasa »